features

Jadi Modin Perempuan, Titik Sulastri Siap 24 Jam Memulasarakan Jenazah

Tupoksinya Memandikan, Gunting Kafan, Mengafani

Modin perempuan di Kota Madiun bisa dihitung jari. Dari yang sedikit itu terselip nama Titik Sulastri, warga Jalan Kaswari, Gang Modin, Manguharjo, Nambangan Kidul. Bagaimana suka dukanya?

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

HAWA dingin dini hari itu terasa menusuk tulang. Titik Sulastri pun masih terlelap tidur. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Perempuan tersebut langsung terbangun. Setelah pintu dibuka, dia mendapati seorang tetangga yang memintanya memulasarakan jenazah warga yang baru saja meninggal.

Tidak sampai lima menit usai menyiapkan peralatan seperti jarit, sarung tangan, dan gunting, Titik bergegas ke rumah duka. ’’Sudah biasa mendapat panggilan mendadak. Jam berapa pun pasti siap,” kata Titik membuka obrolan dengan Jawa Pos Radar Madiun.

Perjalanan Titik menjadi seorang modin perempuan bermula saat diajak mengurus jenazah oleh modin laki-laki di kampungnya. Kala itu dia baru saja tamat SMA, tepatnya pada 1992 silam. ”Kalau dulu hanya tetangga sekitar, sekarang panggilan datang dari mana-mana,” imbuh perempuan 48 tahun itu.

Hingga kini sudah tak terhitung jenazah yang ditangani Titik. Selama itu pula dia melihat berbagai ekspresi orang yang telah meninggal. Ada yang tampak tersenyum, tenang seperti orang tertidur, hingga seolah ketakutan dan menahan sakit yang teramat pedih. ‘’Tupoksinya adalah memandikan, gunting kafan, mengafani,” tuturnya.

Selain memulasarakan jenazah, Titik juga tercatat sebagai penyuluh agama Islam di Kemenag Kota Madiun sejak 2017. Lewat kebiasaannya itu pula dia kerap dilibatkan dalam program pelatihan merawat jenazah. ‘’Jenazah perempuan mestinya yang merawat juga perempuan, kecuali yang menyalati dan menguburkan,’’ ujarnya. ’’Mudah-mudahan nanti di setiap kelurahan ada modin perempuan,” imbuhnya.

Belakangan Titik juga kerap memulasarakan jenazah pasien Covid-19 di salah satu rumah sakit. Tentunya saat bertugas dia mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. ”Menjadi modin perempuan juga sebagai lahan untuk dakwah,” sebutnya. * (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button