AdvertorialNgawi

Jadi Lumbung Padi, PT WPI Benamkan Investasi di Ngawi

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – PT Wilmar Padi Indonesia (WPI) menanamkan investasinya di Ngawi. Keputusan itu diambil tidak lepas dari potensi produksi pertanian, khususnya padi di Ngawi yang tinggi. ‘’Ngawi merupakan lumbung padi di Jatim (Jawa Timur), bahkan di Indonesia. Jadi, potensinya sangat besar untuk pengembangan industri padi. Itu faktor utama yang mendorong kerja sama ini,’’ kata Kepala Bisnis Unit Wilmar Beras PT WPI Saronto.

Ada dua kerja sama utama yang dilakukan. Pertama, peningkatan produksi padi dengan demonstration plot (demplot). Kedua, pengolahan padi dengan menampung hasil produksi petani. Harapannya, kerja sama tersebut bisa berkelanjutan. Karena petani akan lebih sejahtera jika produksi padinya meningkat. ‘’Kami juga akan mendapatkan keuntungan dari pengolahan padi para petani,’’ ujarnya.

Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono mengatakan, kerja sama antara pemkab dengan PT WPI itu memang baru. Menggantikan kerja sama dengan PT Padi Unggul Indonesia (PUI). Kanang senang dengan masuknya PT WPI di Ngawi. ‘’Karena kerja sama ini tidak hanya produksi padi kering sawah menjadi beras, tapi lebih ke hulu lagi. Yaitu (PT WPI) ikut berusaha meningkatkan hasil produksi padi petani,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian (Disperta) Ngawi Marsudi menyebut kerja sama dengan PT WPI membuka peluang gabungan kelompok tani (gapoktan) maupun kelompok tani (poktan) mengenai pasar produk beras. Gapoktan maupun poktan yang punya usaha jual beli gabah dari petani bisa menjualnya ke PT WPI. Sehingga pendapatan para petani di Ngawi bisa meningkat ke depannya. ‘’Kami juga berupaya menghubungkan gapoktan dengan perbankan sebagai penyedia modal dengan penjaminnya pihak PT WPI,’’ tuturnya. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close