Madiun

Izin Minimarket Dekat Pasar Pagotan Kedaluwarsa Dua Bulan

Belum Ada Upaya Penyegelan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Izin operasional dua minimarket di Desa Pagotan, Geger, Kabupaten Madiun, telah habis dua bulan lalu. Jauh hari, dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakop-UM) berujar meminta pengelolanya angkat kaki ketika kontrak telah habis.

Sebab, keberadaan kedua toko berjejaring itu melabrak Perda 2/2019 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Namun, hingga kini dua minimarket yang saling berhadapan itu masih melayani pembeli.

Kabid Perdagangan Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Toni Eko Prasetyo menyebut, izin kontrak dua toko modern itu habis Juni. Keduanya tidak bisa mengajukan perpanjangan karena lokasi bangunan menyalahi regulasi. Jaraknya kurang dari 500 meter dengan Pasar Pagotan. ‘’Semestinya ditutup,’’ katanya Minggu (23/8).

Kendati demikian, kedua pengelola toko modern itu diharapkan tidak menutup usahanya. Pihaknya coba mengarahkan membuka minimarket ke lokasi yang tidak melanggar. Sayangnya, angan-angan itu belum sampai diterima pengusaha minimarket. Pihaknya terkendala komunikasi. ‘’Jadi, belum ada kepastian,’’ ujarnya.

Disperdakop-UM menjamin tidak akan ada praktik culas. Sebab, perpanjangan jelas tidak bisa diakomodasi karena melanggar perda. Di sisi lain, ada peralihan syarat mengurus perizinan baru dari manual ke online single submission (OSS).

Surat izin usaha perdagangan (SIUP) yang dikantongi kedua toko modern itu masih lama alias sebelum ada OSS. ‘’Perpanjangan dengan izin baru itu berbeda. Dalam OSS, SIUP berlaku sepanjang masih melakukan usaha,’’ terangnya.

Toni gamang kala disinggung langkah penyegelan sementara minimarket. Sembari menunggu kepastian dari pengelolanya. Dia menyebut, persoalan kedaluwarsa izin dua minimarket itu bakal dibahas bersama dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP). Pengelola juga akan dipanggil. ‘’Rencananya pekan depan,’’ ujarnya.

Diketahui, dua minimarket berdiri sebelum ada perda yang mengatur toko berjejaring. Lokasinya sekitar 100 meter dari Pasar Pagotan. Belakangan, jarak itu tidak sesuai Perda 2/2019. Pemkab masih memberi kelonggaran terhadap pengusaha untuk menghabiskan masa kontrak tempat minimarket. Selanjutnya, diminta angkat kaki atau mengganti jenis usahanya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close