Magetan

Izin Kedaluwarsa, Usaha Pencucian Hasil Tambang Disetop

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Usaha pencucian hasil tambang di sepadan Sungai Balekambang akhirnya disanksi tegas. Pemkab meminta UD Ridho, badan usaha di Tladan, Kawedanan, itu untuk setop beroperasi. Tiga hal menjadi pertimbangan, izin usaha kedaluwarsa dan pelanggaran atas dua peraturan daerah (perda). ‘’Sementara tidak boleh beroperasi,’’ kata Kabid Penegakan Perda Satpol PP dan Damkar Fery Yoga Saputra, Rabu (24/3).

Korps penegak perda kemarin mendatangi usaha yang tengah disorot itu. Luasan tempat usaha UD Ridho nyaris mencapai dua hektare. Sebagian menempati sepadan sungai. Setiap hari beroperasi, termasuk saat banjir melanda Kawedanan 16 Maret lalu. Kapasitas pengolahan pasir dan batu per hari mencapai 30 meter kubik. ‘’Selain pencucian pasir, juga pengolahan batu. Ada beberapa alat berat seperti ekskavator di lokasi,’’ bebernya.

Yuli, bos UD Ridho, turut diklarifikasi. Warga Tladan itu mengakui usahanya ilegal. Surat izin usaha pertambangan operasi produk khusus (SIUP-OPK) untuk pengolahan dan pemurnian yang dikantongi dari DPMPTSP Jatim habis per 4 April 2020. UD Ridho juga mendapat rekomendasi teknis dari Dinas ESDM Jatim per 31 Maret 2017. ‘’Sudah setahun lebih izinnya mati,’’ sebutnya. (fat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button