Madiun

Izin Dua Minimarket Pagotan Tak Bisa Diperpanjang

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Dua minimarket maladministrasi di Pagotan, Kabupaten Madiun, berpeluang angkat kaki. Dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu (DPMPTSP) tidak akan memproses permohonan izin sebelum ada lampu hijau dari dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakop-UM). ‘’Kalau peralihan jenis usaha harus ada rekomendasi,’’ kata Kepala DPMPTSP Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto Senin (24/8).

Dalam kasus peralihan jenis usaha, kata Arik, pengelola dua minimarket yang izinnya kedaluwarsa dua bulan itu harus mengubah sistem perizinan. Izin beroperasinya berakhir Juni lalu. Dari awalnya manual ke online single submission (OSS). Hal tersebut amanat Peraturan Pemerintah (PP) 24/2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. ‘’Transisi ke OSS perlu menyertakan NIB (nomor induk berusaha, Red). Dua minimarket Pagotan itu belum punya,’’ paparnya.

Arik menyebut, izin yang tidak bisa diakomodasi pihaknya terkait perpanjangan operasional. Sebab usahanya melabrak Perda 2/2019 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat Pusat Perbelanjaan dan Toko Swalayan. Lokasi bangunan kurang dari 500 meter dari Pasar Pagotan. ‘’Jarak  dengan pasar tradisional itu poinnya,’’ sebutnya.

DPMPTSP telah mengetahui bahwa disperdakop-UM lebih berharap pengelola toko jejaring pindah lokasi usaha, ketimbang tutup. Pihaknya siap mendampingi pencarian lokasi baru. Apabila pengelola punya pemikiran sama dengan instansi yang dinakhodai Indra Setyawan itu. ‘’Asalkan tidak menabrak ketentuan atau regulasi lain,’’ ujarnya.

Meski izin sudah kedaluwarsa, namun toko modern saling berhadapan itu masih melayani pembeli. ‘’Ibaratnya SIM (surat izin mengemudi, Red), kalau masa berlaku habis tapi tetap dipakai untuk berkendara, tentu akan kena tilang,’’ ucap Arik yang mengamini seharusnya minimarket itu patuh untuk tutup sebelum urusan perizinannya klir. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button