Ponorogo

Iuran BPJS Kesehatan Belum Terbayar, Rp 13 Miliar Nyantol di Peserta

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Neraca keuangan BPJS Kesehatan semakin berat sebelah. Pemicunya, belasan miliar rupiah iuran warga belum tertagih. Pun, lembaga itu harus mengerahkan petugas pungut yang disebut kader jaminan kesehatan nasional (JKN). ‘’Kami upayakan para penunggak bisa segera membayar,’’ kata Deputi Direksi BPJS Kesehatan Jatim dr Handaryo.

Handaryo dan jajarannya pada Rabu lalu (18/12) menyambangi DPRD Ponorogo. Selain memberikan sosialisasi, kedatangan mereka untuk berkoordinasi terkait tunggakan tersebut. Belakangan diketahui tunggakan periode Januari hingga Desember tahun ini mencapai Rp 13 miliar. Sementara, jumlah peserta BPJS Kesehatan di Ponorogo sebanyak 27.883 orang. ‘’Mulai kelas III sampai kelas I,’’ ujarnya.

Menurut dia, tunggakan mencapai jumlah fantastis disebabkan banyak faktor. Di antaranya, proses pembayaran yang dinilai rumit oleh peserta maupun penggunaan akses BPJS untuk kepentingan tertentu seperti tindakan operasi maupun melahirkan. Selain itu, ketidaktahuan peserta tentang iuran yang harus dibayarkan.

‘’Jadi, ada yang tidak tahu kalau harus membayar setiap bulan,’’ sebut Handaryo. ‘’Ada pula yang bikin JKN hanya untuk operasi atau ketika istrinya melahirkan, karena takut biaya mahal. Setelah itu, tidak membayar. Ini jadi PR kita bersama,’’ imbuhnya.

Diakui Handaryo, tunggakan yang belum terbayar itu sangat membebani neraca keuangan BPJS Kesehatan. Salah satu solusinya adalah mengerahkan kader JKN door-to-door mendatangi peserta. ‘’Kami kerahkan kader JKN untuk mengingatkan para penunggak serta mempermudah sistem pembayaran kepada peserta, misal melalui online banking,’’ pungkasnya. (naz/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button