Madiun

Istri Robohkan Rumah karena Suami Selingkuh

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Warga Dusun Ngendut, Pucanganom, Kebonsari, Kabupaten Madiun, geleng-geleng kepala dengan keputusan TL yang merobohkan rumahnya sendiri. Eksekusinya bukan menggunakan alat berat, melainkan manual pakai palu besar.

Puluhan orang terlibat dalam penghancuran bangunan seluas sekitar 50 meter persegi itu. Memakan waktu hingga delapan jam. Aksi nekat TL dipicu NS, suaminya, diduga selingkuh dengan wanita idaman lain. ‘’Eman-eman, sudah bagus rumahnya,’’ kata Rudi Asruri, tetangga TL, Selasa (25/8).

Sebelum memulai eksekusi pukul 08.00 Senin (24/8), TL terlebih dulu menggelar selamatan. Mengikuti tradisi Jawa ketika membongkar rumah. Dilanjutkan dengan penurunan seluruh genting, usuk kayu, dan gawang pintu. Berbagai perabotan di dalam rumah yang dianggap milik TL juga dikeluarkan.

Setelah kegiatan itu tuntas, puluhan pekerja suruhan TL beraksi. Dinding rumah bercat merah muda dan lantai keramiknya berulang kali dihantam palu besar. Sekitar pukul 16.00 perobohan berhenti. Ruang tengah dan teras sudah tidak terlihat wujudnya. ‘’Genting dan kayu dibawa ke Desa Doho, Dolopo (rumah orang tua TL, Red). Pakai truk, bolak-balik lima kali,’’ ungkap Rudi.

Ngamali, ketua RT 11, RW 01, desa setempat, menyebut, bagian yang tersisa dari rumah TL hanya atap model kuno. Peninggalan nenek NS sebelum rumah itu direnovasi 13 tahun silam. TL sudah dua pekan tinggal di rumah orang tuanya. Sementara, NS yang menjadi buruh migran di Taiwan enam tahun tidak pulang. ‘’Tidak ada penolakan atau perlawanan dari pihak suami ketika perobohan dilakukan,’’ ujarnya seraya menaksir nilai rumah sekitar Rp 200 juta.

Kepala Desa Pucanganom Hari Prawoto menyebut, mediasi berulang kali dilakukan. NS sudah enam kali ditelepon untuk bicara mengenai rujukan. Namun, tak ada titik temu dengan TL. Keinginan sang istri merobohkan rumah tak bisa dibendung. ‘’Sebagai ganti dirobohkan, kami sarankan untuk memberikan rumah kepada anaknya. Tapi, sudah telanjur seperti itu,’’ paparnya.

Hari enggan membeberkan secara gamblang akar persoalan karena menyangkut masalah pribadi. Namun, dia tidak memungkiri berkaitan masalah asmara. ‘’Tapi, keduanya masih berstatus suami-istri. Ada keinginan cerai, tapi yang laki-laki kerja di luar negeri,’’ terangnya. (den/c1/cor)

Pembongkaran Rumah Hasil Perundingan

ALASAN utama TL merobohkan rumah karena menduga suaminya, NS, punya selingkuhan di Taiwan. Hatinya panas ketika beberapa waktu lalu menerima pesan masuk dari nomor WhatsApp tidak dikenal.

Profil kontaknya memajang foto suami bersanding perempuan lain. ‘’Sebelumnya memang ada desas-desus punya perempuan idaman lain. Tapi, saat saya tanya, bilangnya sekadar teman biasa,’’ kata TL Selasa (25/8).

Bahtera rumah tangga pasangan suami istri itu tidak harmonis sejak NS tidak pernah pulang. Enam tahun di negeri orang. Sekitar satu bulan lalu, orang tua NS tiba-tiba melarang TL menempati rumah yang dibangun 2007 silam itu. Perempuan itu pun memutuskan pulang ke rumah orang tuanya di Desa Doho, Dolopo. ‘’Hasil perundingan menemui kesepakatan pembongkaran rumah,’’ ujarnya.

TL mengaku tenang setelah rumah dirobohkan. Material genting, usuk kayu, dan pintu yang diangkut, rencananya untuk membangun rumah baru. ‘’Anak saya yang sekarang SMP sempat marah. Tapi mau bagaimana lagi, daripada terus-terusan dalam masalah,’’ ucapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close