Magetan

Istri Bupati Magetan Pimpin SMPN 1 Magetan

224 Pejabat Struktural dan Fungsional Dirotasi

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Desas-desus Titik Sudarti, istri Bupati Magetan Suprawoto, menjabat kepala SMPN 1 Magetan terbukti. Jumat (21/2) sang suami melantik mantan kepala SMPN 1 Surabaya itu bersamaan momen rotasi 224 pejabat fungsional dan struktural di Pendapa Surya Graha. Sebelumnya, nakhoda SMPN 1 Magetan itu kosong. Muh Syaikur, kepala SMPN 1 Kawedanan, ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt)-nya.

Kang Woto, sapaan Suprawoto, mengklaim perpindahan tugas istrinya sudah sesuai ketentuan. Titik pindah ke Magetan sebagai guru SMPN 1 Magetan. Ketika ada pengisian kepala lembaga pendidikan itu, sang istri ikut mendaftar. Keterpilihan bukan karena faktor keluarga, melainkan murni kemampuan. Hasil wawancara, Titik punya kompetensi dalam mengelola sebuah lembaga pendidikan. ”Saya sendiri yang mewawancarai,” ujarnya.

Sejak Kang Woto dilantik menjadi bupati dua tahun lalu, Titik rajin pergi-pulang (PP) Magetan-Surabaya. Keperluan tugas mendampingi suami dan menjalankan kewajiban sebagai kepala sekolah di Kota Pahlawan. Kala itu, bupati ingin memboyong sang istri pulang ke kampung halaman. Dengan kalimat lain, pindah tugas dinas.

Sebab, dia kerap mengingatkan masyarakat kabupaten ini yang sukses di luar daerah untuk pulang dan membangun kampung halaman. Akan tetapi, sang istri justru membesarkan SMP kota lain. Sayangnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tak ingin melepaskannya. ”Tidak diperbolehkan karena (Risma, Red) tidak ingin kehilangan orang yang punya kemampuan,” kata Kang Woto.

Wira-wirinya Titik sempat membuat Risma memintanya mendobel tugas sebagai kepala SMPN 1 Surabaya dan SMPN 1 Magetan. Sebelum akhirnya, peraih penghargaan Women Empowerment Award (WEA) dari Her Times itu merasa kasihan. Banyak kegiatan yang harus dihadiri Titik sebagai ketua penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Magetan. ‘’Pada berbagai kesempatan disampaikan sendiri oleh beliau (Risma menolak, Red). Tapi, dengan pertimbangan manusiawi, akhirnya boleh pindah,’’ ungkap mantan sekjen Kemenkominfo itu.

Sementara, Kang Woto merotasi posisi 45 pejabat eselon III dan IV serta 179 kepala SMP, SD, TK, dan SKB. Selain empat camat digeser, posisi sembilan pejabat eselon III yang naik pangkat Januari lalu juga diisi. Meski beberapa posisi terisi, namun langkah itu tidak membuat problem kekurangan ASN terselesaikan. (bel/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close