Madiun

Istilah ODP, PDP, OTG Dihapus

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penyesuaian pengganti istilah pasien Covid-19 membutuhkan kesiapan cukup panjang. Rabu (15/7) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Kota Madiun rapat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, dinas kesehatan, dan rumah sakit melalui video conference (vidcon). TGTPP memastikan perubahan istilah itu tidak berdampak pada upaya percepatan penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah untuk menekan angka kasus baru.

Jubir TGTPP Covid-19 Kota Madiun Noor Aflah mengatakan, penggantian istilah memerlukan penyesuaian data dalam sistem database hingga kesiapan sumber daya manusia yang bertugas dalam pendataan. ‘’Pagi ini (kemarin, Red) masih vidcon. Segera kami sesuaikan,’’ kata Aflah.

Perubahan istilah itu mengacu Surat Keputusan Menkes HK.01.07/MENKES/413/2020. Keputusan baru itu menyebut pertimbangan penggunaan istilah baru menyesuaikan perkembangan keilmuan dan teknis kebutuhan pelayanan. Sesuai instruksi pusat, istilah orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG) tak digunakan lagi. Diganti istilah baru di antaranya kasus suspect, kasus probable, kasus konfirmasi, kontak erat, pelaku perjalanan selesai isolasi, dan kematian. ‘’Perubahan istilah ini berpengaruh pada teknis tracing. Tapi, secara prinsip masih sama,’’ ungkapnya.

Kategori kasus suspect merupakan orang yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan 14 hari terakhir memiliki riwayat perjalanan daerah dengan transmisi atau penyebaran lokal. Serta kontak erat dengan kasus konfirmasi Covid-19 dan pneumonia berat. Sementara kasus probable merupakan orang dengan kategori suspect yang meninggal dan menantikan hasil pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR). Kasus konfirmasi merupakan orang yang positif terpapar Covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan PCR. Kemudian istilah kontak erat adalah orang yang memiliki riwayat kontak erat dengan kasus probable atau konfirmasi. Pelaku perjalanan merupakan seseorang yang melakukan perjalanan dalam 14 hari terakhir. Sedangkan discarded  merujuk pada orang dengan status kasus suspect yang telah dinyatakan negatif berdasarkan hasil pemeriksaan PCR selama dua hari berturut-turut. Atau orang yang memiliki riwayat kontak erat dan selesai menjalani prosedur karantina mandiri 14 hari.

Pemerintah pusat juga resmi mengganti istilah new normal dengan adaptasi kebiasaan baru (AKB). Meski ada perubahan istilah, Aflah menegaskan hal itu tidak berpengaruh pada upaya percepatan penanganan Covid-19. Pemkot tetap menggencarkan berbagai upaya melalui strategi intervensi berbasis lokal. ‘’Perubahan istilah dan status zona tidak mengubah langkah kami dalam menekan angka kasus baru,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close