AdvertorialPacitan

Istighotsah Warnai Peringatan HSN, PCNU Pacitan Ajak Perbanyak Salawat Tibbil Qulub

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pacitan memperingati Hari Santri Nasional (HSN) dengan menggelar istighotsah dan doa bersama. Kegiatan yang berlangsung di halaman gedung Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) itu juga dihadiri jajaran forkopimda. ‘’Gelaran ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober,’’ kata Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud Kamis (22/10).

Dia mengatakan, acara peringatan Hari Santri tidak berlangsung kali ini saja. Namun, sudah ada sejak 2015. Kendati demikian, peringatan HSN tahun ini cukup berbeda karena digelar di tengah pandemi. ‘’Meski sederhana, tapi tidak mengurangi kekhidmatan acara,’’ ungkapnya.

Mahmud menjelaskan, selain istighotsah dan doa bersama, pihaknya mengimbau masyarakat untuk melaksanakan pemasangan bendera merah putih dan bendera Nahdlatul Ulama (NU) di seluruh rumah warga, kantor, serta lembaga NU. Kemudian ziarah makam masyayikh NU dan pembacaan salawat serentak. Yakni, salawat nariyah dan salawat tibbil qulub. Selama kegiatan, pihaknya tetap menerapkan protokol kesehatan. Memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, serta menjaga jarak aman. ‘’Kegiatan lomba baca Alquran dan salawat digelar secara virtual,’’ terangnya.

Mahmud menambahkan, pada masa penjajahan Belanda dulu, para kiai dan santri mempunyai peranan penting dalam kemerdekaan Republik Indonesia. Termasuk resolusi jihad yang digaungkan ulama dalam mengusir penjajah. Kiai, ulama, dan santri memiliki andil besar dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (set/c1/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button