Magetan

Isolasi PMI Magetan Dipindah ke Stadion Yosonegoro

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Lonjakan kasus korona di Magetan terus saja terjadi. Mengantisipasi situasi terburuk, Satgas Penanganan Covid-19 setempat berencana memfungsikan Wisma Karantina sebagai tempat perawatan tambahan bagi para pasien korona. Sebelumnya, wisma digunakan untuk isolasi para pekerja migran Indonesia (PMI) yang baru pulang dari perantauan. ‘’Ini salah satu opsi mengantisipasi lonjakan kasus,’’ kata Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Venly Tomi Nicholas, Senin (28/6).

Wisma Karantina menempati gedung baru milik RSUD dr Sayidiman. Mulai difungsikan sebagai tempat isolasi pahlawan devisa sejak bulan lalu. Menimbang bed occupancy ratio (BOR) di RSUD yang sudah mencapai 80 persen, satgas berencana menjadikan wisma itu menjadi bangsal perawatan darurat.

Ada sejumlah alasan mendasari rencana ini. Venly menyebut, salah satu alasannya karena jumlah bed di Wisma Karantina yang mencapai seratus unit. Selain itu, lokasinya masih satu kompleks dengan RSUD. ‘’Kapasitasnya besar dan dekat dengan instalasi perawatan. Sehingga cocok untuk merawat pasien dengan gejala sedang hingga berat,’’ jelasnya.

Tempat isolasi para PMI yang pulang ke Magetan rencananya akan dipindah ke puskesmas wilayah tempat tinggal masing-masing. Juga muncul opsi menggunakan Stadion Yosonegoro. Namun, Venly belum mendapat lampu hijau dari bupati perihal opsi tersebut. ‘’Masih akan kami usulkan kepada bupati. Pada intinya, kepulangan PMI tetap harus mendapat atensi khusus, mengingat banyaknya varian baru virus korona yang mungkin bisa menjangkiti mereka,’’ tuturnya. (fat/c1/naz/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button