AdvertorialPonorogo

Ipong-Soedjarno Breakdown Kinerja 2020

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Senin lalu (17/2), genap empat tahun Bupati Ipong Muchlissoni dan Wakil Bupati Soedjarno memimpin lokomotif pemerintahan di Kabupaten Ponorogo.

Empat tahun telah dilalui dengan berbagai pencapaian pembangunan dan prestasi membanggakan. Gencar pembangunan selama empat tahun terakhir jangan sampai meredup. Harus terus berlanjut. Lima program strategis siap di-breakdown di tahun ini. ‘’Prinsipnya, pembangunan dari kabupaten hingga desa harus sama tegak lurus. Tidak boleh berbeda. Tapi, kalau dikembangkan, itu tidak apa-apa,’’ kata Ipong kepada Jawa Pos Radar Ponorogo.

Prioritas pertama langsung menyasar pada kebutuhan masyarakat. Yakni, peningkatan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan, dan peningkatan tata kelola pemerintahan dan publik. Empat tahun terakhir, Ipong sukses mencatatkan berbagai pencapaian, utamanya di sektor pendidikan dan kesehatan. Berbagai kebijakan positif di sektor pendidikan membuat Ipong diganjar penghargaan Dwija Praja Nugraha oleh Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI). Dalam tata kelola keuangan, pemkab patut berbangga lantaran diganjar opini Wajar Tanpa Pengecualian tujuh kali berturut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Di sektor kesehatan, upaya pemkab menurunkan stunting, angka kematian ibu melahirkan dan bayi, hingga menggiatkan posyandu, sukses menggerakkan budaya hidup sehat di Ponorogo. Membuat Bumi Reyog diganjar penghargaan Kabupaten Sehat Swasti Saba Wistara dari Kementerian Kesehatan. ‘’Akses terhadap dunia pendidikan, kesehatan, dan layanan publik akan semakin ditingkatkan untuk masyarakat,’’ ujarnya.

Prioritas kedua menyasar peningkatan pengelolaan infrastruktur strategis. Meliputi perumahan, permukiman, sumber daya daerah, serta lingkungan bencana dan penataan kawasan. Empat tahun terakhir, Ipong menyebut pembangunan sudah difokuskan untuk meningkatkan infrastruktur desa dan jalan utama. Tahun ini pembangunan akan menyasar kawasan strategis. Contoh, Telaga Ngebel, sebagai destinasi wisata andalan daerah. ‘’Infrastruktur terkait kebencanaan juga akan diperkuat. Dalam waktu dekat kami akan tambah early warning system (EWS),’’ sebutnya.

Prioritas ketiga mencakup pengembangan pariwisata berbasis kearifan lokal, penguatan UMKM, dan koperasi. Ponorogo dianugerahi banyak potensi wisata. Belakangan, desa terus menemukan objek wisata baru. Ini akan terus dikembangkan. Tak hanya itu, objek wisata yang indah juga perlu didukung UMKM yang berdaya. ‘’UMKM Ponorogo sudah bagus, hanya sebagian kemasannya kurang menarik. Ini akan diberdayakan. Dengan begitu, seluruh sektor pariwisata dapat disinergikan,’’ jelas Ipong.

Prioritas keempat yang dicanangkan tahun ini adalah revitalisasi pertanian organik. Selama ini, para petani di Ponorogo terus dikenalkan mengenai sistem pertanian minim penggunaan pupuk berbahan kimia. Tahun ini akan disiapkan lahan khusus sebagai percontohan pertanian organik. ‘’Bisa di Pulung atau Sooko. Akan disiapkan lahan yang tinggi, bersih, juga airnya bagus. Jika ini berjalan dengan baik, maka harapannya kelak Ponorogo akan menjadi kabupaten organik,’’ kata dia.

Terakhir, keamanan dalam rangka menyambut pemilu juga menjadi prioritas pemerintahan Ipong-Soedjarno tahun ini. Ipong berharap pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (pilkada) pada tahun ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan kondusif. Ipong menyebut, berbagai program prioritas di atas sudah masuk dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). ‘’RPJMD disusun atas visi-misi bupati, RPJMN, RPJMD provinsi, sampai ke RPJMDes,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button