Ponorogo

Ipong Kaget Santri Temboro Positif Covid-19

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Santri Ponpes Temboro kini mendapat perhatian khusus. Jika ada santri setempat yang datang atau pulang ke Ponorogo, maka mereka akan langsung diisolasi di tempat-tempat yang disediakan pemerintah. Tidak diperbolehkan isolasi mandiri. Kebijakan itu ditempuh setelah 43 santri ponpes setempat yang baru pulang ke Malaysia kedapatan positif Covid-19. ‘’Kami perintahkan seluruh kades untuk lakukan pengetatan terhadap santri-santri Temboro yang pulang atau datang ke Ponorogo,’’ tegas Bupati Ipong Muchlissoni.

Perhatian Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo kini tertuju pada ponpes di Kecamatan Karas, Magetan, itu. Ipong mengaku terkejut dengan pengumuman yang disampaikan pemerintah Malaysia. Sebab selama ini, Pemkab Magetan mengklaim Ponpes Temboro nihil kasus positif Covid-19. ‘’Perlakuan terhadap para santri dari Temboro akan berbeda. Karena Temboro sudah menjadi transmisi lokal penyebaran Covid-19,’’ jelasnya.

Ipong menjelaskan mengapa perlu ada perlakuan berbeda terhadap para santri Temboro. Pasalnya, para santri ponpes setempat kerap mengembara antar satu daerah ke daerah lain. Bahkan, ada yang sampai antarnegara. Dalam situasi pandemi, aktivitas itu menjadi sebuah persoalan. ‘’Jumlah mereka cukup banyak. Karena sering mengembara ke berbagai tempat, potensi menjadi carrier virus korona sangat tinggi,’’ kata dia.

Bupati mempertanyakan langkah tegas dari Pemkab Magetan terhadap Ponpes Temboro. Sebagai langkah antisipasi, kades diminta meningkatkan kewaspadaan dan pendataan. Santri asal Temboro, kata Ipong, wajib menjalani isolasi di tempat yang disediakan. Tidak boleh isolasi mandiri di rumah.

‘’Apakah selama ini Pemkab Magetan pernah tes masal kepada mereka (santri Ponpes Temboro), itu yang saya tidak tahu. Jujur saya cukup kaget dengan pengumuman Menkes Malaysia itu,’’ ujar Ipong.

Terhitung kemarin, pasien positif Covid-19 di Ponorogo berjumlah lima orang. Pekan lalu, satu pasien positif telah dinyatakan sembuh. Sementara, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 25 orang. Sebanyak 12 orang diantaranya menjalani isolasi mandiri di rumah. Serta, ada delapan orang yang sudah dinyatakan lulus dari status PDP-nya. Sementara, ada lima orang dirawat di rumah sakit, dan tiga diantaranya keluarga pasien positif. ‘’Supaya penyebaran tidak semakin meluas, masyarakat harus mematuhi anjuran di rumah saja,’’ pungkasnya. (naz)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close