PolitikPonorogo

Ipong Cegat Demokrat

Petahana Ketuk Pintu Tiga Partai

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sehari pasca-Soedjarno masuk bursa penjaringan bacabup-bacawabup DPC Partai Demokrat, menyusul Ipong Muchlissoni Jumat (20/12).

Langkah petahana ini melanjutkan perburuan rekomendasi ke sejumlah partai yang sebelumnya telah di-kula nuwuni. Tak ingin kecolongan, dia ingin menyapu bersih penggalangan kekuatan dari seluruh partai. Hingga kemarin, sudah tiga partai yang didaftari. ‘’Seperti yang saya katakan, perlu kebersamaan dalam membangun Ponorogo,’’ kata Ipong usai menyerahkan formulir pendaftaran bacabup kemarin.

Mengenakan kemeja kotak-kotak biru, Ipong datang ke kantor DPC Demokrat sekitar pukul 14.00. Dikawal sejumlah pentolan partai. Meliputi Ketua DPC PDIP Bambang Yuwono, Ketua DPC Partai Gerindra Supriyanto, Sekretaris DPC PKB Dwi Agus Prayitno, Ketua DPD Partai NasDem Syaifudien Dimyati, serta pengurus PKS, Partai Golkar, dan Partai Hanura. Massa juga mengawal Ipong menyerahkan berkas di DPC Demokrat.

Ipong ingin menunjukkan bahwa pihaknya berusaha menggalang seluruh kekuatan partai dalam menyambut pilkada tahun depan. Sampai kemarin, Ipong sudah mendaftar penjaringan di PDIP, Gerindra, dan Demokrat. Sementara NasDem yang sejak awal tidak membuka penjaringan dipastikan mengusung petahana. ‘’Saya berusaha mengajak seluruh partai untuk bersama-sama dengan saya,’’ ujarnya.

Ipong merasa perlu mendapat restu seluruh partai. Karena baginya modal sepuluh kursi yang dimiliki NasDem di DPRD tidak cukup. Dia bisa saja berangkat hanya menggunakan NasDem sebagai kendaraan politik. Namun, baginya membangun Ponoroogo tidak bisa dilakukan sendirian. Perlu ada kebersamaan dengan partai-partai lain.

Ketua DPC Partai Demokrat Miseri Effendi mengatakan, ada tiga orang yang mendaftar penjaringan. Selain Ipong, ada sang Wabup Soedjarno yang mendaftar bacabup sehari sebelumnya. Edy Iswahyudi, anggota Fraksi Demokrat, kemarin juga mendaftar bacawabup. Miseri tak ingin berandai rekomendasi Susilo Bambang Yudhoyono nanti jatuh kepada siapa. Sebab, tahapan lanjutan dari penjaringan yang ditutup kemarin masih sangat panjang. ‘’Masih ada tahap verifikasi berjenjang dari DPC, DPD, lalu DPP,’’ sebutnya. (naz/c1/fin)

Pecah Kongsi, Soedjarno Jarang Komunikasi

KOTAK-KOTAK BIRU: Bupati Ipong Muchlissoni mendaftar bacabup yang dibuka DPC Partai Demokrat sehari setelah Wabup Soedjarno.

TIDAK ada lawan maupun kawan abadi dalam dunia politik. Sebagai politisi, Ipong Muchlissoni menghormati keputusan Soedjarno yang siap menantangnya dalam pilkada tahun depan. ‘’Sah-sah saja. Ini sikap beliau (Soedjarno, Red) menjalankan hak politiknya sebagai warga negara,’’ kata Ipong.

Meski begitu, Ipong menekankan bahwa pemerintahannya sampai hari ini tetap solid. Meski wakilnya dalam pemerintahan itu resmi mendaftar bacabup sehari lebih awal darinya ke DPC Partai Demokrat. Ipong tidak kaget lantaran sudah membaca gelagat tak biasa dari Soedjarno. ‘’Sudah ada informasi sebelumnya. Mulai dari gambar yang beredar. Beliau katanya juga curhat ke sana-ke mari dan sempat menyatakan akan mengambil langkah politik pada Desember. Jadi, tidak kaget,’’ ujarnya.

Gelagat tak biasa juga dirasakan Ipong dari semakin jarangnya Soedjarno berkomunikasi dengannya. Dalam sebulan terakhir, Soedjarno mulai jarang melaporinya sesuatu lewat WhatsApp. Padahal, biasanya hal itu dilakukan selama empat tahun menakhodai roda pemerintahan bersama. ‘’Yang selama ini berjalan, seringkali komunikasi itu dari Pak Wabup ke saya. Tapi belakangan ini memang jarang,’’ ungkap Ipong.

Semestinya Soedjarno mampu menunjukkan profesionalitasnya dengan memisahkan politik dan tugasnya sebagai wakil Ipong dalam memimpin Pemkab Ponorogo. Patokannya tetap sama. Yakni, pencapaian rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan visi-misi. ‘’Jadi, bupati dan wakil bupati memimpin untuk memastikan semua yang diprogramkan itu mencapai RPJMD,’’ tuturnya.

Lantas, bagaimana dengan pilkada nanti? Jika Soedjarno nanti diusung partai melawannya, Ipong mengaku siap. Semua kontestan memiliki peluang yang sama dalam pemilihan langsung ini. Masyarakat Bumi Reyog-lah yang menentukan. ‘’Semua memiliki peluang sama. Siapa yang bisa merebut simpati rakyat, itu yang terpilih. Jadi, saya anggap semua kuat dan bagus,’’ tandasnya. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button