AdvertorialPonorogo

IPONG AJAK PERANGI NYAMUK AEDES AEGYPTI

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Bupati Ipong Muchlissoni mengajak masyarakat menabuh genderang perang melawan demam berdarah dengue (DBD). Kejadian luar biasa (KLB) DBD di tahun lalu tidak boleh terulang.

Masyarakat harus berperan aktif dalam gerakan masif pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ‘’Berulang kali saya tekankan kepada setiap stakeholder, terutama pemangku kepentingan tingkat desa. Ayo, gerakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara masif,’’ seru Ipong.

Januari 2019, 806 warga Bumi Reyog positif DBD. Memaksa daerah menetapkan status KLB. Ipong tak ingin masyarakatnya kembali dijangkiti penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut. Karenanya, pemerintah merasa perlu menggalakkan PSN secara masif. Itu hanya akan bisa tercapai jika masyarakat berperan aktif. ‘’Di sini, peran serta kepala desa untuk menggalakkan kerja bakti PSN di lingkungan masing-masing sangatlah penting,’’ ujarnya.

PSN masif didorong sejak menjelang akhir 2019. Hasilnya sangat positif dalam menekan angka penderita penyakit mematikan tersebut. Sampai Senin (20/1) baru tujuh warga Ponorogo yang dinyatakan positif DBD. Di lapangan, kades bertindak memimpin PSN secara berkala, minimal seminggu sekali di seluruh lingkungan. Camat juga dituntut memastikan penyelenggaraan PSN itu digelar serentak di seluruh desa di wilayahnya. ‘’Upaya desa dalam meminimalkan DBD akan diganjar reward. Khusus bagi desa yang zero DBD,’’ janji bupati.

Kepala Dinkes Ponorogo drg Rahayu Kusdarini menjelaskan alasan PSN perlu diselenggarakan masif dan serentak. Nyamuk, kata perempuan yang akrab disapa Irin itu, tergolong serangga yang mobilitasnya tinggi. Diberantas di satu lingkungan, bisa bermigrasi ke lingkungan lain. Karena itu, ruang geraknya perlu ditutup lewat PSN serentak sekaligus. ‘’PSN melalui gerakan 3M plus, sampai sekarang masih merupakan cara yang efektif dalam melawan Aedes aegypti,’’ ungkapnya.

Aksi 3M plus dimulai dengan menguras dan menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas. Plus warga diminta menghindari gigitan nyamuk dengan perlindungan diri. Bisa menggunakan obat nyamuk, atau memasang kelambu ketika tidur. Dinkes dan jajarannya juga berinovasi meriset cara-cara yang bisa dilakukan untuk meminimalkan DBD. Misalnya, menanam tanaman pengusir nyamuk seperti zodia, lavender, hingga serai. ‘’Masyarakat juga bisa memelihara ikan cupang di tempat penampungan air. Ikan itu predator alami jentik nyamuk,’’ paparnya. (naz/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button