Ponorogo

Investasi Susu Sapi Dilaporkan Polisi

Jatah Dana Bagi Hasil Tersendat

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sebuah perusahaan yang bergerak dalam kemitraan ternak sapi perah itu dilaporkan korbannya yang mengaku telah tertipu hingga ratusan juta.

Tini, salah seorang korbannya, kali pertama dikenalkan bisnis kemitraan ini pada 2017 silam. Sistemnya, Tini diminta berinvestasi dalam bentuk uang lalu dijanjikan berangkat umrah gratis dari hasil penjualan susu sapi. ‘’Saat itu sempat diajak ke lokasi peternakan, melihat pabriknya juga. Beberapa teman yang mengerti hukum ikut melihat juga, akhirnya saya yakin untuk ikut,’’ terang Tini usai melapor ke Polres Ponorogo.

Di perusahaan itu, Tini berinvestasi hingga 25 kali. Klaimnya, sampai Rp 500 juta. Selain pernah diberangkatkan umrah, Tini juga lancar menerima bagi hasil dari penjualan produk susu sapi perah. ‘’Mulai awal tahun ini, pembagian hasil yang sebelumnya lancar jadi tersendat. Ternyata banyak yang tidak mendapat bagi hasil,’’ ujarnya.

Selain Tini, ada belasan warga lain yang melapor ke Mapolres Ponorogo. Didik Harianto, kuasa hukum para korban, menyebut bahwa tidak semua investor mendapatkan bagi hasil. Hanya segelintir yang telah mendapat bagi hasil seperti Tini. ‘’Dari beberapa peserta, investasinya tidak membuahkan hasil. Ini belum termasuk korban yang dari luar Ponorogo,’’ sebutnya.

Didik mengklaim dana macet di perusahaan itu mencapai miliaran rupiah. Sebab, per individu minimal sudah menyetor investasi sekitar lima kali dengan total nilai Rp 120 juta. Didik sempat mendatangi kantor perusahaan investasi peternakan itu bersama para korban. Namun, tidak mendapat jawaban memuaskan. ‘’Informasinya, uang yang masuk diinvestasikan ke perusahaan lain,’’ ujarnya. (naz/c1/fin)

Maryoko: Ada Yang Merugi Rp 906 Juta

KASATRESKRIM Polres Ponorogo AKP Maryoko memandang kasus investasi yang dilaporkan ini terbilang unik. Yakni, dengan mengiming-imingi sejumlah uang. Pun, polisi terus menerima laporan selama dua hari terakhir. ‘’Mereka berusaha menarik simpati mitranya dengan memberikan sejumlah uang,’’ katanya Kamis (20/2).

Rabu lalu (19/2), secara resmi ada lima laporan yang telah diterima kepolisian. Hingga kemarin (20/2) bertambah lagi dua laporan baru. Semuanya mengarah dugaan tindak pidana penipuan dalam kerja sama atau kemitraan. ‘’Ketujuh pelapor sudah kami periksa,’’ ujarnya.

Selain barang bukti berupa keterangan, polisi juga mendapat tambahan beberapa dokumen yang kuat dijadikan barang bukti. Sesuai keterangan para korban, perusahaan terkait diduga melakukan wanprestasi. ‘’Karena profit yang dijanjikan tidak terealisasi. Sehingga ada pihak merasa dirugikan,’’ terangnya.

Maryoko mengklaim sudah mulai mengulik keterangan dari perusahaan yang bersangkutan. Namun, itu belum cukup. Ke depan, aparat akan kembali memintai keterangan dari para pihak terkait. ‘’Dari saksi yang kami mintai keterangan, ada yang merasa dirugikan sampai sekitar Rp 906 juta. Modusnya, CV itu menawarkan investasi dalam beberapa paket. Ada yang Rp 16 juta, Rp 17 juta, dan Rp 19 juta,’’ beber Maryoko. (naz/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button