Opini

Investasi dan Kebersihan

SIAPA sih yang tidak suka bersih. Saya rasa semua orang menyukainya. Begitu juga saya. Tetapi masalahnya sama. Menjaga kebersihannya yang susah. Tidak semua orang rajin bersih-bersih. Karenanya, butuh untuk saling mengingatkan. Saling bekerja dan gotong royong membersihkan lingkungan. Seperti pada Jumat kemarin (4/6), saya memimpin apel kerja bakti di kantor Kecamatan Taman.

Apelnya memang di halaman kecamatan. Tetapi areal yang dibersihkan sampai di kelurahan. Tentu belum menjangkau semua kelurahan. Pembersihan dilakukan bertahap. Nanti juga berganti ke kecamatan lain. Saya ingin Kota Madiun bersih. Tidak hanya di wilayah tengah. Namun, daerah pinggir juga. Bersih bukan hanya dekat dengan sehat. Bukan hanya dekat dengan keimanan. Tetapi juga dekat dengan peningkatan perekonomian.

Kok bisa? Ya, bisa saja. Sekali lagi, siapa sih yang tidak suka bersih. Begitu juga dengan para investor yang mau masuk. Beberapa waktu sebelumnya, saya kedatangan investor asing. Tepatnya dari New Zealand. Orang bulenya datang sendiri. Tentu ada pendampingnya. Mereka investor bidang wahana permainan. Seperti Jatim Park di Malang. Yang bersangkutan ini katanya mau ke Semarang. Tetapi karena lihat Kota Madiun di internet, mereka memutuskan untuk mampir sejenak dan melihat-lihat. Intinya mereka tertarik dengan perubahan di Kota Pendekar.

Kami berbincang banyak di Rumah Dinas Wali Kota. Ada banyak pertanyaan dari mereka. Itu wajar dan memang biasa dilakukan calon investor untuk mengetahui informasi lebih detail tentang daerah yang diminati. Salah satu pertanyaannya tentang seberapa bersih Kota Madiun. Tentu saya bilang Kota Madiun cukup bersih. Bahkan, sudah banyak sungai yang berubah jadi tempat wisata. Seperti di Sumber Umis dan Sentra Kuliner Rimba Darma. Kawasan itu dulunya memang sungai. Airnya kotor dan bau. Pemandangan itu sudah tak terlihat kini. Kesan kumuh tersebut semakin terkikis.

Tatkala berbincang soal kebersihan, terlihat sekali bagaimana yang bersangkutan ini sangat tertarik. Ada beberapa kali pertanyaan lanjutan soal itu. Kebersihan seolah indikator penting. Investasi mungkin saja batal jika daerah tujuan dinilai kurang bisa menjaga kebersihan. Begitu juga sebaliknya. Investasi berjalan mulus karena indikator kebersihan terpenuhi. Itu cukup masuk akal. Seperti yang saya bilang, siapa sih yang tidak suka bersih. Bersih itu menarik. Kalau suatu daerah bersih, besar kemungkinan akan dikunjungi banyak orang.

Itu tentu penting di mata investor. Apalagi untuk bidang wahana permainan. Tingkat kunjungan tentu menjadi perhatian. Supaya cepat balik modal. Kota kita sudah cukup bersih saat ini. Tetapi tentu harus terus dijaga dan semakin ditingkatkan kebersihannya. Ini tentu tidak bisa berjalan sendiri. Butuh peran semuanya. Butuh peran semua masyarakat. Petugas kita tentu akan kewalahan jika hanya berjuang sendiri. Jumlah sampah yang dibersihkan tak sebanding dengan jumlah petugas. Karenanya, butuh kesadaran masyarakat untuk juga menjaga kebersihan. Butuh kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Kota Madiun yang telah banyak berubah ini cukup menarik daerah lain. Banyak investor yang ingin masuk. Selain yang tadi, ada juga waralaba internasional Kebab Baba Rafi. Yang ini bahkan sudah lebih dulu dan sudah siap melaksanakan kerja sama. Ada juga rumah sakit yang mau melebarkan sayapnya di kota kita. Kota Madiun memang manis nan strategis. Terletak di bagian tengah tujuh kabupaten di wilayah barat Jawa Timur. Kota Madiun juga mudah diakses karena dekat dengan salah satu exit tol trans-Jawa.

Tetapi itu semua seakan tak berarti kalau Kota Madiun kumuh. Kotor. Banyak sampah berserakan di jalan-jalan. Banyak sungai-sungai yang mampet karena sampah. Tentu bukan pemandangan yang disukai kebanyakan orang. Pemandangan yang tak disukai investor. Padahal, investor ini muaranya pada peningkatan perekonomian. Kalau banyak investor masuk, banyak pula masyarakat yang mau datang ke kota kita. Banyak yang datang, banyak yang membelanjakan uangnya. Ekonomi kita meningkat. Peningkatan ekonomi ini muaranya jelas. Peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button