Madiun

Interval Vaksinasi Berubah Jadi 28 Hari

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Vaksinasi antikorona di Kota Madiun terus berlanjut. Pun, interval penyuntikan berubah dua kali lebih lama dibanding sebelumnya. Ketentuan itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kemenkes Nomor HK.02.02/I/653/2021 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Interval yang semula hanya diterapkan bagi lanjut usia (lansia) itu kini juga diberlakukan untuk usia dewasa (18-59 tahun).

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun Denik Wuryani mengatakan, jika sebelumnya interval penyuntikan 14 hari kini berubah menjadi 28 hari. Pun, dia memastikan perubahan itu tidak menimbulkan efek negatif apa pun.

‘’Antibodi akan terbentuk mencapai puncaknya setelah 28 hari pemberian suntikan vaksin pertama. Kemudian melandai. Sebelum melandai, diberi suntikan vaksin kedua,’’ kata Denik, Minggu (18/4).

Setelah vaksinasi kedua, imunitas bakal terbentuk dan mencapai puncaknya setelah 28 hari pasca penyuntikan. Setelah itu, antibodi melandai kembali. Namun, bukan berarti antibodi tidak terbentuk. ‘’Setelah itu tidak usah divaksin lagi karena memorinya (antibodi, Red) sudah terbentuk, sudah dikuatkan. Insya Allah lebih kebal,’’ tuturnya. (kid/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button