Advertorial

Inovasi Ramah Lingkungan SMK PSM 2 Takeran

Baterai Lithium Ion Jadi Sumber Energi PJU

MAGETANJawa Pos Radar Magetan– SMK PSM 2 Takeran terus berupaya berkontribusi terhadap lingkungan masyarakat. Salah satu inovasinya mengembangkan baterai lithium ion sebagai sumber energi dari Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU). ‘’Prototype PJU ini untuk pertama kalianya akan dipasang di Desa Kerik, Kecamatan Takeran. Dengan menempatkan di tempat yang jauh dari akses listrik, diharapkan dapat membantu menerangi jalan desa yang selama ini gelap,’’ ujar Kepala SMK PSM 2 Takeran Katam Aries Munandar, Kamis (10/12).

Dia menjelaskan, inovasi ini merupakan salah satu implementasi proyek pengembangan sekolah. Tepatnya hasil dari kegiatan Pengembangan Kapabilitas Manajerial Kepala SMK yang digelar Dirjen Vokasi, Mitras DUDI dan Program Studi Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (PSMM FEB UB). Selain itu, kegiatan ini juga bekerja sama dengan PT. Teknologi Penyimpanan Energi Listrik Baterai Lithium Universitas Sebelas Maret Surakarta dan SMK PSM 2 Takeran. ‘’Jangka panjang ke depan, kami akan mengembangkan motor listrik bekerja sama dengan unit produksi UNS dan PT. Rekaindo Global Jasa. Tadi kami habis MoU dengan PT Rekaindo,’’ jelasnya.

Aries menambahkan, PJU ini dikerjakan siswa yang dibimbing tim produksi yang terdiri dari guru produktif. PJU dengan sumber energi baterai lithium ion ini bertujuan membantu desa-desa yang masih belum teraliri dengan listrik atau jauh dari sumber listrik. Karena PJU ini mengandalkan energi surya dengan keunggulan menggunakan baterai lithium ion. ‘’Untuk pengerjaan tahap awal ini, kami mengerjakan kurang lebih 25 hari sudah selesai,’’ tambahnya.

PJU baterai lithium Ion ini berbeda dengan lampu tenaga surya pada umumnya. Baterai yang digunakan memiliki keunggulan berupa umur pemakaian lebih lama daripada baterai lainnya. Juga dilengkapi sensor cahaya yang secara otomatis lampu akan bercahaya 40 watt saat ada yang lewat dan akan melakukan penghematan menjadi 10 watt ketika tidak ada yang melewati lampu. ‘’Serta disempurnakan dengan adanya battery monitor voltage yang berfungsi untuk mengontrol kapasitas voltage baterai dengan memantau melalui software yang dikembangakan,’’ jelasnya.

Pihaknya pun berharap, di masa yang akan datang lulusan SMK ini bukan hanya mencari kerja di luar kota saja. Akan tetapi bisa mengembangkan desanya masing-masing dengan keterampilan yang mereka miliki. ‘’Harapanya lulusan yang dihasilkan SMK PSM 2 Takeran ini bisa menciptakan lapangan kerja baru. Terutama di lingkungan tempat tinggal mereka,’’ harapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kerik Ari Nur Widiyanto sangat mengapresiasi apa yang dilakukan SMK PSM 2 Takeran ini. Dengan adanya inovasi berupa baterai lithium ion sebagai sumber energi dari lampu PJU desa ini, pihaknya sangat terbantu. Apalagi yang di pasang adalah daerah yang tidak tersentuh aliran listrik. ‘’Saya atas nama pribadi dan mewakili Pemdes Kerik mengucapkan terima kasih. Semoga ke depan SMK PSM 2 Takeran bisa terus berinovasi yang bisa bermanfaat bagi masyarakat  secara luas,’’ pungkasnya. (ebo/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button