Advertorial

Inovasi Gadjah Mada Disdukcapil

Jemput Bola Rekam KTP-el Lansia dan Difabel

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Diam-diam masih banyak warga Kota Madiun yang belum mengantongi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el). Totalnya mencapai 1.088 warga. Kondisi ini membuat petugas dinas kependudukan dan pencatatan sipil (disdukcapil) jemput bola melakukan perekaman data kependudukan langsung ke rumah warga. ‘’Program ini kami sebut Gadjah Mada (Petugas Adminduk Berkunjung ke Rumah, Masyarakat Kota Madiun Bahagia). Dengan program ini, kami berharap tidak ada lagi warga yang tidak memiliki KTP-el,’’ ujar Plt Kepala Disdukcapil Kota Madiun Asmawi Kamis (26/11).

Dia menjelaskan, Gadjah Mada merupakan layanan perekaman KTP-el langsung ke rumah penduduk berusia lanjut dan difabel yang mana mereka tidak bisa melakukan perekaman ke kantor disdukcapil. ‘’Inovasi tersebut merupakan upaya disdukcapil memenuhi hak warga negara dalam kepemilikan dokumen kependudukan,’’ jelas Asmawi.

Menurutnya, program Gadjah Mada sudah digelar sejak 2019. Tapi, pelayanan sempat terhenti karena pandemi. Baru ketika Oktober lalu, program ini kembali berlanjut. Toekinem sempat menikmati layanan program itu kemarin. Warga Jalan Sendang Barat tersebut didatangi petugas disdukcapil secara langsung ke rumah untuk dilakukan perekaman KTP-el. Sebab, kondisi perempuan 79 tahun itu sudah tidak memungkinkan untuk datang ke kantor untuk rekam KTP-el. ‘’Sehari ada empat orang yang menjalani perekaman data,’’ imbuhnya.

Prosedurnya pun mudah. Pelapor mengajukan permohonan langsung ke dinas atau melalui WhatsApp (WA) jika ada yang belum memiliki KTP atau yang belum bisa melakukan perekaman. ‘’Dengan mengirimkan infomasi nama dan alamat tinggal serta melampirkan KK dan foto pelapor. Nantinya dinas yang akan menentukan jadwal perekaman di rumah,’’ terangnya.

Sementara itu, Ririn Kurniasari, cucu terlapor, mengucapkan terima kasih atas program ini. Dia mengapresiasi tindakan petugas disdukcapil yang mengunjungi rumahnya guna melakukan perekaman KTP-el untuk neneknya. Ririn melapor ke RT setempat, kemudian diteruskan kepada disdukcapil. (fit/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button