AdvertorialMadiun

Ini Tujuh Sektor Inovasi New Normal yang Diterapkan Pemkot Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Semangat dalam mewujudkan tatanan hidup baru (new normal) diusung oleh wali kota Maidi ketika Kota Madiun berstatus zona hijau. Dia mengatakan terdapat tujuh sektor yang bakal dijadikan percontohan new normal untuk memutar kembali ekonomi dan aktivitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Adapun tujuh sektor itu meliputi transportasi, hotel, restoran, pasar modern, pariwisata, pasar tradisional dan perizinan. Pada setiap sektor tersebut, Maidi mengatakan ada sistem pencegahan virus korona yang dijalankan oleh Satgas Perecepatan Penanganan Covid-19 Kota Madiun.

Dia mencontohkan pada sektor transportasi misalnya. Maidi menjelaskan pemkot menerapkan inovasi angkutan benavid (bebas dan aman Covid-19). Lalu, di sektor hotel ada sandaran martamu yang mana tamu memesan dan membayar secara online untuk satu kamar, satu tamu.

Kemudian, sektor hotel terdapat inovasi raos eco. Yaitu pelaku usaha restoran harus menerapkan protokol kesehatan bebas Covid-19. Di antaranya mengatur jarak meja antar pembeli minimal satu meter. ‘’Kalau ada yang melanggar ketentuan tentu ada sanksinya,’’ katanya.

Sementara di sektor pasar modern ada pelayanan mall sikatup (sistem buka-tutup). Di mana jumlah pengunjung yang datang ke mall dibatasi. Selanjutnya, di sektor pariwisata menerapkan program inovasi my ceese my adventure. Inovasi itu menyangkut kebersihan tempat wisata, pemeriksaan kesehatan wisatawan, serta penerapan protokol kesehatan di objek wisata.

Sedangkan pada sektor pasar tradisional, kata Maidi, diberlakukan inovasi pasukan pecel atau pasar minggu kali Bantaran dengan pembayaran secara online. Program tersebut berkaitan dengan sistem pembayaran online pada saat Sunday Market di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun.

Lalu yang terakhir adalah sektor perizinan. Maidi mengungkapkan pemkot coba berinovasi dengan menerapkan helpdesk gaspol C-19. Dalam hal ini proses pengajuan, konsultasi, dan pendampingan perizinan dilakukan secara online tanpa mengurangi kualitas pelayanan. ‘’Karena Covid-19 ini sampai kapan selesainya kita tidak tahu. Makanya kita coba hadapi dengan (menerapkan) protokol kesehatan secara disiplin. Saya izinkan semua kegiatan berjalan, supaya ekonomi Kota Madiun bergerak. Tapi, harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat,’’ paparnya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close