Sport

Ini Peta Kekuatan Grup A Piala Dunia 2018

KURANG dari dua pekan lagi gelaran Piala Dunia 2018 dimulai. Masing-masing tim mempersiapkan kebutuhannya secara maksimal. Supaya kelak tidak hanya numpang lewat di ajang empat tahunan itu.

Dimulai dari Grup A. Hasil drawing menempatkan tuan rumah Rusia bersanding dengan Arab Saudi, Mesir, dan Uruguay. Dari hasil itu, dapat dikatakan bahwa semua negara di grup tersebut hampir memiliki kans sama untuk lolos ke babak selanjutnya.

Rusia

SEBAGAI tuan rumah, Rusia mematok target lolos ke perempat final untuk pertama kalinya sejak Piala Dunia 1994. Bahkan, mereka berambisi menembus semifinal pada Piala Dunia 2018. Meski begitu, dari segi peringkat dunia, Rusia adalah tim paling rendah dibandingkan 31 peserta lainnya. Tim berjuluk Sbornaya itu saat ini menempati peringkat ke-63 dunia. Dari segi prestasi, tim Beruang Merah juga belum teruji.

Skuad Stanislav Cherchesov lolos langsung ke putaran final. Tanpa harus melewati babak kualifikasi. Penampilan Rusia hanya bisa dilihat dari hasil pertandingan persahabatan. Mereka tidak mampu meraih satu kemenangan pun dalam empat laga terakhir. Dikalahkan Prancis 1-3 (27/3), takluk 0-3 dari Brasil (23/3), bermain imbang 3-3 lawan Spanyol (14/11), lalu tumbang dari Argentina 0-1 pada (11/11) lalu.

Melihat penampilan tersebut, sebagian besar suporter Rusia merasa pesimistis tim kesayangannya bakal mampu bersaing dengan negara lainnya. Hasil survei Public Opinion Foundation (FOM) seperti dikutip laman sputniknews.com menyebutkan, hanya 4 persen pendukung Rusia merasa yakin bahwa tim kesayangannya akan menjuarai Piala Dunia 2018.  Selain itu, hanya 17 persen yang merasa yakin Rusia akan mampu melewati babak penyisihan grup. Kemudian, hanya 9 persen responden merasa yakin Rusia bakal lolos ke perempat final dan 6 persen yang merasa yakin bakal lolos ke semifinal.

Kendati dipandang sebelah mata, pelatih Rusia Stanislav Cherchesov merasa optimistis timnya bakal berbicara banyak di Piala Dunia 2018. ’’Kami tahu bahwa kami bukan favorit (juara). Namun, hal tersebut tidak berarti apa pun,’’ ujar mantan kiper Timnas Rusia itu.

Mesir

Di Piala Dunia 2018, tantangan berat menanti Mesir. Melihat calon lawan Mesir di fase grup, bukanlah perkara mudah bagi mereka untuk mencapai ambisi lolos ke babak kedua atau fase gugur.

Akan tetapi, Pelatih Hector Cuper merasa yakin bahwa timnya bisa melakukan yang terbaik di Rusia. Selain memiliki skuad yang dianggapnya mumpuni, mantan pelatih Inter Milan itu pun melihat besarnya animo masyarakat Mesir dalam mendukung perjalanan The Pharaohs di Piala Dunia 2018.

Cuper mengungkapkan, untuk bisa lolos ke fase selanjutnya, Mesir mengincar posisi runner-up Grup A. Pasalnya, dia tak yakin Mesir mampu tampil superior atas negara kuat seperti Uruguay. Akan tetapi, Cuper berprinsip bahwa hasil sepak bola tetaplah tidak bisa ditebak.

Uruguay

BANYAK yang beranggapan bahwa Uruguay mendapatkan grup yang relatif mudah, mengingat peringkat para calon lawannya di bawah mereka. Rusia diperkirakan jadi satu-satunya ancaman berat bagi mereka.

Keduanya sudah pernah bertemu dua kali pada pentas Piala Dunia pada saat Rusia masih bernama Uni Soviet. Dari dua pertemuan itu, keduanya sama-sama pernah saling mengalahkan. Buat Pelatih Uruguay Oscar Tabarez, kekuatan lawan siapa yang mengancam mereka dan siapa yang bukan jadi ancaman bukan hal utama untuk dipikirkan.

Dia mengaku benar-benar hanya fokus untuk membangun kesiapan timnya, tanpa melihat kesiapan tim lainnya. ’’Penampilan kami akan benar-benar impresif jika tidak ada pemain yang cedera maupun jetlag. Ini penting, karena jarak waktu yang luas lebih dari 12 jam jadi poin penting bagi kami untuk diperhatikan,’’ ujarnya.

Arab Saudi

Meski di atas kertas mereka bukanlah tim yang kuat, dengan modal dan tekad yang kuat tim asuhan Juan Antonio Pizzi ini siap bersaing merebut tiket menuju fase kedua. Di bawah tangan dingin mantan pelatih Timnas Cile dan Valencia tersebut, Arab Saudi diharapkan lolos ke fase berikutnya. Kendati saat awal penunjukan Pizzi sebagai pelatih Arab Saudi sempat menuai pro dan kontra.

Untuk mendukung penampilan para pemainnya, federasi sepak bola setempat pun mengirimkan sembilan pemainnya untuk bermain di Liga Spanyol. Hal tersebut bisa terjadi karena pemerintah Arab Saudi memiliki nota kerja sama dengan pemerintah Spanyol dalam pengembangan sepak bola.

Meski tidak dihuni nama-nama tenar, setidaknya dengan dipinjamkannya para pemain ke beberapa klub di Liga Spanyol bisa menambah ilmu, jam terbang, dan pengalaman pemain yang pada akhirnya bisa diterapkan di Piala Dunia. ’’Ini merupakan pengalaman yang menakjubkan, tentunya bisa bermain di Piala Dunia membela negara adalah impian semua pemain sepak bola. Akhirnya impian ini bisa terwujud,’’ tutur Al-Sahlawi seperti dilaporkan arabnews.

Memang di atas kertas Arab Saudi merupakan tim yang paling lemah kekuatannya dari lima negara asal Asia yang tampil di Piala Dunia. Namun, adanya stigma negatif ini menjadi pemicu, di mana tim asuhan Juan Antonio Pizzi itu tidak bisa dianggap remeh. (her/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close