MadiunPolitik

Ini Jadwal Pelantikan Maidi-Inda Raya

MADIUN – Kurang dari satu tahun ke depan Maidi akan kembali ngantor di Balai Kota. Namun, tak lagi di kantor sekda. Melainkan di ruang kerja AE-1 bersama dengan Inda Raya Ayu Miko Saputri di AE-2. Kemarin (13/8) KPU menetapkan paslon yang diusung koalisi gemuk Partai Demokrat, PDI-Perjuangan, PKB, PAN, dan PPP itu sebagai paslon terpilih pilwakot 2018. Rencananya pelantikan digelar 6 Juni 2019. ‘’Sudahi segala gesekan, mari bersatu guyub rukun membangun kota,’’ kata cawali terpilih Maidi.

Maidi dan Inda Raya ditetapkan oleh KPU sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih melalui rapat pleno terbuka yang digelar di ballroom Sun Hotel Madiun sekitar pukul 10.00. Maidi menyebut kemenangannya telah sejati. ’’Secara sosial, kami terpilih karena meraih suara terbanyak. Secara administrasi, Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan gugatan terhadap hasil pilwakot tidak diterima. Hari ini (kemarin, Red) KPU telah menetapkan,’’ ujarnya.

Dua produk keputusan KPU menjadi dasarnya. Yakni, Berita Acara Rapat Pleno KPU Nomor 68/PL.03-BA/3577/KPU-Kot/VIII/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun 2018 serta SK KPU Nomor 49/PL.03/Kpt/3577/KPU-Kot/VIII/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Terpilih dalam Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun Tahun 2018. ’’Pesta sudah selesai, mari tatap ke depan perubahan-perubahan untuk menyejahterakan masyarakat,’’ kata dia.

Maidi sudah mempersiapkan segepok rencana dalam membangun kota di lima tahun kepemimpinannya. Program-program Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto (BaRis) yang dinilainya masih kurang sempurna akan coba dibenahi. Sementara yang sudah berjalan positif akan terus dilanjutkan. Janji kampanye sesuai visi-misi, kata Maidi, akan ditepati. Lantaran itu tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan diatur dalam perda. Itu menjadi acuannya dalam memegang kemudi pemerintahan kelak.

’’Implementasi visi misi sudah di-breakdown. OPD (organisasi perangkat daerah, Red) mana saja yang menjalankan, berapa waktu yang dibutuhkan, kebutuhan anggaran berapa, sudah kami kaplingkan semua,’’ urainya.

Program seratus hari kerja sudah dicanangkan. Nantinya, Maidi dan Inda Raya berniat menginap di rumah-rumah warga yang dinilai masih kurang laik. Dengan catatan, masih tergolong dalam rumah tidak laik huni (RTLH). Itu menjadi salah satu nazarnya. ’’Kalau toh masih ada (RTLH), kami akan tidur di sana. Harus dimulai dari rakyat kecil, yang kurang merasakan kebahagiaan. Ini yang akan kami dahulukan (untuk ditangani),’’ ujarnya.

Rapat pleno terbuka kemarin berlangsung cepat. Sedianya, KPU mengundang tiga paslon pada pleno terbuka itu. Yakni, paslon nomor urut dua Harryadin Mahardika-Arief Rahman dan paslon nomor urut tiga Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi. Namun, hanya Maidi dan Inda Raya yang hadir. Paslon nomor urut dua dan tiga hanya mengirim perwakilan mereka. ’’Dalam perjalanannya, pilwakot menemui banyak sekali dinamika. Tapi, inilah akhirnya,’’ kata Ketua KPU Sasongko.

Informasi terbaru diterima Sasongko dari Kemendagri. Pemerintah pusat akhirnya memutuskan kapan digelarnya pelantikan kepala daerah baru hasil pilkada tahun ini. Untuk Kota Madiun, dijadwalkan pada 6 Juni 2019. Yang jelas, pelantikan haram digelar sebelum masa kepemimpinan Ba-Ris yang kini dinakhodai Sugeng Rismiyanto dan Armaya itu habis pada April 2019. ’’Jadi, kemungkinan besar akan ada pelaksana tugas (Plt) atau penjabat yang mengisi kekosongan itu,’’ sebutnya.

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) ikut angkat bicara. Terkait rencana Maidi melanjutkan program-program BaRis Jilid II yang dipandang sukses, SR menilai itu sudah menjadi kebutuhan di masyarakat. ‘’Kalau misalnya dihapus, itu sudah dinikmati masyarakat. Apakah itu berkaitan pelayanan publik, daya saing ekonomi, pendidikan, kemiskinan, maupun infrastruktur,’’ ujarnya.

SR menambahkan, seluruh visi-misi yang dicanangkan Maidi-Inda Raya nantinya akan dituangkan dalam RPJMD dan perda. Keduanya menjadi alat bagi masyarakat untuk menagih janji kampanye mereka. Dia meyakini, bahwa garis besar pemerintahan yang nantinya dipegang Maidi-Inda Raya juga akan tetap mengarah pada pemenuhan kesejahteraan masyarakat. Sebab, menurutnya itu merupakan pengejawantahan dari Pancasila. ‘’Seluruh visi misi itu nanti akan menjadi alat ukur,’’ pungkasnya. (naz/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button