Madiun

INFO TOL: Arus Balik, Tembus 118.743 Kendaraan

MADIUN – Tiada gading yang tak retak. Meski nihil kejadian mencolok selama pengamanan mudik dan balik Lebaran 2019, PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK) menaruh catatan terhadap kebutuhan kendaraan operasional untuk ruas tol Ngawi–Kertosono. Mobil patroli dan derek perlu ditambah untuk membantu kendaraan yang bermasalah pada mesin. ’’Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan karena kendaraan itu banyak yang berhenti di bahu jalan saat perjalanan,’’ kata General Manager Operasi dan Maintenance PT JNK Charles Lendra Rabu (12/6).

PT JNK menyiapkan masing-masing enam unit mobil patroli dan derek di momen mudik Lebaran 2019. Jumlah tersebut sejatinya sudah mencukupi. Akan tetapi, belum cukup cepat untuk menjangkau lokasi pengguna jalan yang butuh bantuan di waktu hampir bersamaan. Kendaraan yang penyediaannya menggandeng pihak ketiga itu stand-by di tiga gerbang tol: Madiun, Caruban, dan Wilangan. ’’Tidak kami tempatkan di rest area karena lokasi itu dikhususkan untuk kendaraan pemudik,’’ ujarnya.

Charles menyebut, jumlah penambahan masing-masing satu unit kendaraan untuk derek dan patroli dirasa ideal. Namun, di luar kesepakatan tersebut, pihaknya tetap meminta pihak ketiga menyiagakan kendaraan lainnya. Antisipasi tatkala jumlah kendaraan pemudik yang bermasalah di tengah perjalanan meningkat. Situasi tersebut berpotensi mengganggu arus lalu lintas bila kendaraan berhenti di jalur bukan peruntukannya. Yakni, selain di bawah underpass. ’’Banyak yang berhenti di bahu jalan dengan kondisi mobil kap terbuka,’’ ucapnya sembari menyebut kondisi itu terpantau tinggi pada H+1 hingga H+3 Lebaran (Kamis–Sabtu lalu, 6–8).

Direktur Utama PT JNK Iwan Moedyarno menambahkan, pihaknya tidak ingin pengguna jalan menunggu bantuan terlalu lama. Kendaraan yang bermasalah harus segera diderek. Mobil patroli juga harus intens berkeliling memantau kondisi lapangan. ’’Soalnya, mobil yang dalam kondisi panas itu berhenti di bahu jalan secara tiba-tiba,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Di luar itu, Iwan mengklaim arus mudik dan balik di jalan bebas hambatan yang diresmikan Maret tahun lalu berjalan lancar. Bahkan cenderung lebih baik ketimbang Lebaran tahun lalu. Indikasinya dari kecilnya angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dan penumpukan kendaraan di gerbang tol serta akses ke jalur arteri. ’’Memang sempat ada kepadatan di gerbang tol Madiun, tapi masih wajar karena tidak sampai satu kilometer,’’ ucapnya.

PT JNK mencatat, ada dua insiden laka lantas tanpa korban jiwa Kamis dan Jumat lalu. Angka itu turun dari momen mudik tahun lalu dengan sembilan kejadian. Penurunan juga terjadi pada jumlah kendaraan yang melintas di tiga gerbang tol saat momen mudik. Bila sebelumnya ada 104 ribu kendaraan, kini berkurang menjadi 95 ribu. Penurunan tersebut diklaim akibat telah tersambungnya ruas Wilangan-Nganjuk di penghujung tahun lalu. Hingga H+5 Lebaran, total ada 118.743 kendaraan melintas di tiga gerbang tol. Meningkat dari arus mudik 95.564 kendaraan.  ’’Tinggal nanti evaluasi terhadap rute terusan aktifnya Tol Pandaan-Malang,’’ ujar Iwan.

Dia menilai wajar kala disinggung sempat terjadi penumpukan kendaraan pemudik di tiga rest area. Pasalnya, kendaraan tidak sampai meluber hingga bahu jalan. Serta masih bisa dikondisikan hingga belum masuk ranah evaluasi. ’’Kami batasi istirahat maksimal satu jam dari biasanya dua jam. Juga mengarahkan parkir rapi,’’ pungkasnya. (cor/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button