Ponorogo

Imbas Menyusutnya Debit Air Sumber PDAM

Ribuan Pelanggan Kena Sistem Giliran

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Keran sekitar 1.500 pelanggan PDAM Tirta Dharma Ponorogo kini tidak lagi bisa mengeluarkan air setiap saat. Itu terjadi setelah perusahaan pelat merah tersebut menerapkan sistem giliran akibat penurunan volume air dari sumber maupun air permukaan imbas musim kemarau.

Ribuan pelanggan itu tersebar di empat kecamatan. Yakni,  Sawoo, Slahung, Sooko, dan Pulung. ‘’Bergilir itu maksudnya air tidak full 24 jam mengaliri, tapi misalnya hanya 12 jam,’’ kata Direktur PDAM Tirta Dharma Ponorogo Lardi Senin (5/11).

Lardi menyebut, dampak musim kemarau, permukaan air sumur PDAM di wilayah tersebut menyusut hingga 50 persen. Air sumber di Slahung, misalnya. Jika biasanya mencapai 5 liter per detik, kini hanya 2 liter. Sedangkan di Sooko yang semula 7 liter tinggal 3 liter. ‘’Faktor alam ini (kemarau, Red) pengaruhnya luar biasa,’’ imbuhnya.

Dia menambahkan, dalam setahun PDAM menyalurkan bantuan air bersih sedikitnya 30 rit ke warga terdampak kekeringan. Sementara, BPBD Ponorogo setiap harinya mengisi 10-20 tangki berkapasitas 6.000 liter untuk didistribusikan.

PDAM, kata dia, telah melakukan desain ulang perencanaan untuk mengantisipasi krisis air bersih. Wilayah perkotaan dijadikan sebagai pilot project program tersebut. ‘’Awal 2020 akan dilelang. Kami buatkan desain baru yang bisa meng-cover 20-50 tahun ke depan,’’ tuturnya.

Dalam redesign itu, jaringan ditargetkan mampu menjangkau wilayah perkotaan hingga radius 43 kilometer. Dari desain ulang itu diharapkan aliran PDAM mampu menjangkau lebih banyak wilayah kota. Apalagi, pemintaan pasang jaringan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. ‘’Kalau reguler, tahun ini ada 500-600 yang kami pasang,’’ pungkasnya. (dil/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button