Ponorogo

Ikan Cupang Lebih ’’Sakti’’

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Penderita demam berdarah dengue (DBD) terdeteksi di tiga kecamatan. Data dinkes setempat, DBD ditemukan di Babadan, Mlarak, dan Bungkal. ‘’Seluruh kabupaten, kasusnya masih di bawah 20,’’ kata Kepala Dinkes Ponorogo drg Rahayu Kusdarini Senin (13/1).

Irin –sapaan akrab Rahayu Kusdarini- mengakui bahwa menekan kasus DBD hingga nol sulit dilakukan. Namun, seluruh layanan kesehatan diminta tidak terlambat menangani pasien. Pun, upaya pencegahan untuk menekan perkembangan nyamuk Aedes aegypti terus digalakkan.

Menurut dia, fogging alias pengasapan merupakan alternatif kedua untuk memberantas nyamuk Aedes aegypti. Yang lebih utama adalah pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan menguras, menutup, dan membersihkan penampungan air.

Upaya lain yang perlu dilakukan warga, lanjut Irin, menjaga lingkungan agar tetap dalam kondisi bersih dan sehat. ‘’Mengingat tahun lalu sampai status KLB (kejadian luar biasa, Red), maka sejak jauh hari sebelum turun hujan sudah kami gencarkan upaya PSN,’’ bebernya.

Belakangan, dinkes mengetahui ada alternatif baru dalam memberantas jentik nyamuk. Yakni, lewat ikan cupang. Jenis ikan itu merupakan predator alami jentik nyamuk. Hal itu dipelajari dinkes saat meneliti kondisi di Lembah, Babadan.

Beberapa rumah di desa tersebut diketahui bebas dari jentik nyamuk Aedes aegypti. Setelah dicari tahu, ternyata pemiliknya memelihara ikan cupang di penampungan air. ‘’Ikan cupang bisa menekan penyebaran jentik,’’ pungkasnya. (naz/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close