Madiun

IDI Curigai Varian Baru Covid-19 Biang Klaster Mantenan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Klaster mantenan di Kabupaten Madiun tidak bisa dianggap enteng. Virus korona yang menyerang 88 warga Desa Bantengan dan Mojopurno, Wungu, itu diduga varian baru. Indikasinya, ledakan kasus positif Covid-19 dari hajatan tersebut. ‘’Sekadar saran, sebaiknya sampel dikirim ke Jakarta untuk mengetahui varian virusnya,’’ kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Madiun Tauhid Islamy, Kamis (17/6).

Ada indikasi biang klaster mantenan yang membuat dua desa itu di-lockdown merupakan virus mutan. Kemungkinan tersebut berkaca dari kasus serupa di Bangkalan, Madura; dan Kudus, Jawa Tengah. Varian mutasi virus di Bangkalan berasal dari Inggris. Sementara Kudus dari India. ‘’Indikasi virus di kasus mantenan itu varian mutasi adalah tingkat kecepatan penularannya,’’ beber Tauhid.

Dia menjelaskan, satu kasus positif Covid-19 varian Wuhan, Tiongkok, menularkan ke tiga orang kontak erat. Sementara varian mutan bisa menularkan hingga delapan orang. Tauhid tidak memungkiri 88 orang yang terpapar dalam satu momentum itu tidak sedikit. Pun, Tauhid menilai penularan klaster mantenan itu tergolong cepat secara epidemiologis. ‘’Sebanyak 88 kasus itu sudah meletus namanya, jadi ini warning untuk semua,’’ ujarnya.

Tauhid berharap ada tindak lanjut terkait ledakan kasus buntut hajatan mantenan tersebut. Sampel swab perlu dikirim ke Jakarta untuk memastikan variannya. ‘’Untuk PCR (polymerase chain reaction) di Madiun sebatas menentukan positif atau negatifnya. Kalau yang di Jakarta, bisa mengetahui varian virusnya,’’ jelas Tauhid. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button