Mejayan

Ica Dibunuh Atau Bunuh Diri?

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Kasus kematian Ica Puspita Dwi Anggreini, 18, semakin mengarah ke tindak pidana pembunuhan. Dua petunjuk penyebab kematian korban telah dikantongi polisi. Hasil pemeriksaan forensik lanjutan bakal mengungkap misteri di balik tewasnya Ica. ‘’Ada dua prediksi penyebab kematian, antara luka memar karena dipukul dengan asfiksia,’’ kata Kasatreskrim Polres Madiun AKP Ryan Wira Raja Pratama, Selasa (20/7).

Raja mengungkapkan, dugaan kematian Ica disebabkan kondisi asfiksia tersebut mendasar hasil forensik kedokteran. Kemungkinan korban meninggal karena gagal napas itu mencuat dari tindak lanjut otopsi yang dilakukan terhadap jenazah sehari setelah ditemukan. ‘’Kalau yang bersangkutan memang meninggal karena asfiksia, juga masih ada dua kemungkinan lagi. Bisa saja gagal napas karena memang sedang sakit, tapi mungkin juga karena disengaja alias dibunuh,’’ paparnya.

Dia menyebut, ada dua jenis gagal napas. Yakni, asfiksia traumatik karena dibekap, dicekik, atau dijerat di bagian leher. Yang kedua asfiksia non traumatik yang disebabkan kondisi sakit pernapasan. ‘’Tapi, asfiksia non traumatik juga bisa terjadi karena ada unsur kesengajaan misalnya diracun,’’ ujarnya. ‘’Tindak lanjut terus dilakukan seperti uji laboratorium forensik dan digital forensik,’’ imbuhnya.

Raja belum dapat memastikan kematian Ica karena dibunuh. Kendati demikian, diakuinya tewasnya korban lebih mengarah ke tindak pidana ketimbang aksi bunuh diri. ‘’Kami lakukan investigasi saintifik. Kejadian ini patut dicurigai sebagai pembunuhan. Belum ada calon tersangka. Ditunggu dulu agar semua benderang,’’ tuturnya.

Ica ditemukan tewas membusuk di kamar kos Kelurahan Bangunsari, Mejayan, pada 12 Juli lalu. Jasad perempuan asal Desa Klumutan, Saradan, yang sedang hamil tua itu kemudian diotopsi lantaran pihak keluarga ingin mengetahui penyebab pasti kematiannya.

Di tempat kejadian perkara (TKP), polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Yakni, sekantong plastik obat-obatan, uang tunai Rp 988 ribu, dua buah handphone, dan KTP seorang laki-laki yang ditengarai sebagai pacar Ica. ‘’Sampai saat ini sudah lebih dari 10 saksi yang diperiksa,’’ pungkasnya. (den/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button