PeristiwaPonorogo

Hutan Tiga Wilayah Kecamatan Terbakar

PONOROGO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ponorogo semakin merajalela. Teranyar, hutan lindung milik Perhutani seluas 10 hektare di tiga kecamatan dilalap api. Tepatnya petak 41 A BKPH Sukun RPH Sukun masuk Desa Sidoharjo (Pulung), petak 42 E RPH Tambaksari di Desa  Mrican (Jenangan), dan sebagian hutan di Kecamatan Siman.

Besarnya kobaran api mengancam melumat pabrik pengolahan minyak kayu putih yang ada di sekitar lokasi. Pun petugas gabungan polsek, koramil, pemadam kebakaran, dan BPBD harus berjibaku memadamkan si jago merah.

Peristiwa kebakaran hutan itu juga membuat arus lalu lintas di Jalan Raya Ponorogo-Pulung sempat lumpuh. Terjadi kemacetan hingga dua kilometer bersamaan kobaran api yang nyaris merembet ke hutan di seberang jalan. ‘’Akhirnya jalan kami tutup total,’’ kata Kanit Patwal Polres Ponorogo Ipda Agus Syaiful Bahri, Rabu (3/10).

Penutupan itu dilakukan lantaran petugas gabungan memadamkan api dengan menyisir sepanjang jalan tersebut. ‘’Setelah api yang ada di tepi jalan mulai padam, jalur dapat dilewati dengan sistem buka-tutup,’’ ujarnya kepada Radar Ponorogo.

Informasi yang dihimpun, kobaran api kali pertama muncul sekitar pukul 10.30. Beberapa saat berselang, dua unit mobil pemadakam kebakaran dan dua truk tangki BPBD tiba di lokasi. Kobaran api yang membakar hutan jati, sengon, kayu putih, dan rumpun bambu tersebut berhasil dipadamkan pukul 12.40. Meski demikian, petugas tetap siaga di lokasi, mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.

Kapolsek Pulung AKP Denny Fahrudianto menyebut, sumber api berasal dari tujuh titik di petak 42 E RPH Tambaksari dan petak 41 A RPH Sukun. Lokasinya di tebing jurang yang curam. ‘’Sulit dijangkau. Asap juga membubung tinggi dari arah sumber titik api,’’ katanya.

Dia mengaku belum mengetahui pasti penyebab kebakaran. ‘’Bisa karena puntung rokok, faktor alam, atau unsur kesengajaan. Kami masih melakukan penyelidikan terkait penyebab kebakaran,’’ tutur Denny.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran di siang bolong itu. Hanya, dia menyebut karhutla bisa mengancam ekosistem hutan. Pun mengimbau warga tidak melakukan pembersihan lahan dengan membakar semak belukar. ‘’Jauhkan apa pun yang berpotensi menyebabkan kebakaran,’’ pungkasnya. (mg7/c1/isd)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close