Magetan

Hutan Jelok Jadi Jelek

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Proyek face-off Hutan Jelok di Bulukerto dikritik. Pengembangan layaknya taman di hutan kota itu dinilai melabrak Peraturan Pemerintah (PP) 63/2002 tentang Hutan Kota. Bukannya memperbanyak vegetasi pepohonan, malah menambah jogging track, gazebo, dan tugu berukuran jumbo. Pemandangan itu membuat hutan berubah jelek.

Menurut Koordinator Forum Hutan Kota Magetan Wahyu Budiono, kawasan hutan kota seharusnya 90 persen berupa vegetasi tanaman. Berdasar pengamatannya, pengembangan yang digarap pemkab itu non vegetasinya lebih dari 10 persen.

Selain itu, material yang dipakai tidak ramah lingkungan. Jogging track, misalnya, berbahan aspal atau paving solid. Material tersebut menghalangi resapan air ke tanah. ‘’Juga mengganggu pertumbuhan vegetasi tanaman,’’ ujarnya.

Wahyu menyebut, forumnya terlibat dalam pengembangan Hutan Jelok sejak 2018. Anggotanya merawat secara sukarela. ‘’Tiba-tiba kami diajak paparan dengan Pak Bupati (Suprawoto),’’ katanya.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Magetan Elmy Kurniarto membantah pengalihan status hutan kota menjadi taman kota. Menurut dia, hutan kota punya beragam jenis. Selain rekreatif, edukatif, juga konservatif. ‘’Kalau yang di Jelok itu dikembangkan hutan kota tematik,’’ terangnya sembari menyebut kelak diperbanyak keanekaragaman hayati.

Elmy mempertanyakan penghitungan nonvegetasi lebih dari 10 persen dari lahan hutan kota. Padahal, ketentuan itu tidak ada pada PP 63/2002.  ‘’Ketentuannya hanya bagian RTH (ruang terbuka hijau) sesuai RTRW (rencana tata ruang wilayah) 30 persen dari kawasan bercirikan kota,’’ ucapnya seraya mengklaim material pengembangan taman ramah lingkungan dengan desain dan perencanaan dibuat orang berpengalaman. (odi/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button