Ponorogo

Hujan Semalam Putus Jembatan

Tanah Longsor Juga Melanda Desa Ngadirojo

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Puluhan jiwa warga di dua rukun warga (RW) Ngadirojo, Sooko, terisolasi. Mereka harus mencari jalan alternatif jika hendak menuju Klepu, desa tetangga. Itu setelah jembatan Joketro putus Selasa dinihari (3/11). ‘’Harus memutar empat kilometer melalui Suru,’’ kata Kades Ngadirojo Pamuji.

Jembatan sepanjang 12 meter dan lebar tiga meter itu merupakan akses utama yang menghubungkan Ngadirojo dan Klepu. Kejadian bermula dari hujan yang terus mengguyur sejak sore hingga dinihari kemarin. Sehingga, debit air sungai Joketro meningkat. Pilar jembatan tak kuasa menahan derasnya aliran sungai.

Beruntung, sejak hujan turun, perangkat desa setempat sudah diminta siaga dengan kemungkinan terburuk. Mereka diminta aktif melaporkan perkembangan situasi di wilayahnya. ‘’Kejadiannya sekitar pukul 02.00. Jembatan putus dan hanyut,’’ terang kades.

Pamuji menyebut, selain jembatan putus, bencana lain juga melanda wilayahnya. Yakni, talut ambrol dan tanah longsor yang merusak rumah maupun jalan. Meski kerusakan tergolong ringan. ‘’Kami berencana membangun jembatan darurat ala kadarnya untuk sementara, supaya warga bisa melintas,’’ jelasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo mencatat, sejak awal pekan ini hujan lebat mengguyur wilayah 15 kecamatan. Dampaknya, longsor terjadi di lima kecamatan. Yakni, Sooko, Pudak, Sawoo, Badegan, dan Pulung. Curah hujan 30 persen melebihi normal. ‘’Rumah terdampak longsor hanya rusak ringan. Banjir juga melanda Sukorejo dan Siman, tapi cepat surut,’’ kata Kepala BPBD Ponorogo Imam Basori. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button