Madiun

Hujan Lima Jam, Enam Desa Terendam

Sungai Meluap Genangi Permukiman

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kabupaten Madiun darurat luapan air sungai. Jumat (27/12) enam desa di dua kecamatan terendam akibat tidak mampu menampung debit air. Setelah hujan lebat mengguyur sejak pukul 15.00. Enam titik itu Desa Dimong, Sendangrejo, Sirapan (Kecamatan Madiun); dan Ngadirejo, Nglambangan, Tempursari (Wungu). ‘’Air mulai masuk ke rumah sekitar pukul 18.00,’’ kata Miranti, warga Desa Sendangrejo, Madiun.

Hujan deras tak kunjung reda. Baik saluran air maupun sungai meluap. Terjangan air berlumpur merangsek ke jalanan. Perlahan tapi pasti, rumah warga tak luput jadi sasaran. ‘’Setiap kali hujan deras dan lama pasti kebanjiran,’’ ujarnya.

Beberapa rumah di sekitar Miranti juga ikut terendam setinggi mata kaki orang dewasa. Jalanan desa setempat berubah menjadi sungai berlumpur. Di jalanan, air selutut orang dewasa. Warga sebisa mungkin menyelamatkan barang-barang berharga. Untuk sementara waktu, sebagian warga memilih menetap di rumah masing-masing. Berharap air tidak semakin tinggi, lantaran hingga pukul 20.00 hujan tak kunjung reda. ‘’Ada angin juga tadi, tapi sebentar,’’ tutur Miranti.

Sementara, di Desa Sirapan, Madiun, sejumlah rumah juga terendam banjir luapan. Sukamto, warga setempat, mengatakan bahwa kejadian banjir seperti itu baru kali pertama terjadi di daerahnya sejak hujan pertama pada tahun ini. ”Belum tahu mau ke mana ini nanti, mati listrik juga sejak hujan deras tadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Muhamad Zahrowi menyebut air masih menggenang hingga pukul 22.00. Ketinggiannya sekitar 10 sentimeter. Belum diketahui pasti berapa jumlah rumah yang terendam. ‘’Petugas masih mendata dan terus memantau,’’ ujarnya seraya menyebut penyebab banjir bukan hanya karena hujan intensitas tinggi, tapi juga pendangkalan sungai. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button