Madiun

Hujan Empat Jam, 10 Desa Terendam di Kabupaten Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Pencegahan banjir masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Pemkab Madiun. Sebanyak 10 desa di lima kecamatan terendam setelah hujan deras mengguyur selama empat jam Sabtu malam (9/5). Berdasar data badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), wilayah tersebut langganan banjir dalam beberapa tahun terakhir.

Desa terdampak itu, di antaranya, lima wilayah di Kecamatan Madiun, dua di Wonoasri, dan area persawahan di Garon, Balerejo (selengkapnya lihat grafis). ‘’Air cepat surut dan tidak sampai masuk ke rumah warga. Hanya, ruas jalan di beberapa wilayah sempat tersendat,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Muhammad Zahrowi kemarin (10/5).

Zahrowi mengungkapkan, hujan lebat mengguyur di sejumlah wilayah sejak pukul 17.00 hingga 21.00. Intensitas lebih tinggi di wilayah hulu, yakni kawasan lereng Gunung Wilis. Kondisi itu membuat air di hilir meluap. Saluran air tidak sanggup menampung volume air. Kedalaman banjir 20 sentimeter hingga 40 sentimeter. ‘’Tidak ada korban jiwa,’’ ujarnya.

Dia mengklaim, pemkab telah berupaya mencegah banjir berulang di beberapa desa itu. Di antaranya, melakukan normalisasi saluran sungai, irigasi pertanian, dan selokan jalan. ‘’Termasuk rehabilitasi jalan dengan memperhatikan ketinggian jalannya,’’ papar Zahrowi.

Dia mengakui bahwa hasilnya belum terlihat secara signifikan. Sebab, proses normalisasi saluran masih terus dilakukan. Setidaknya, genangan air lebih cepat surut. ‘’Perkembangan di lapangan, termasuk titik-titik yang masih banjir, selalu kami koordinasikan dengan instansi terkait,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close