Magetan

Hujan Deras, Tebing Longsor

Empat Rumah Terdampak, Material Tutup Jalan Desa

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Parang mengakibatkan tebing di Desa Ngunut longsor Rabu sore (19/2). Empat rumah warga terdampak dan jalan desa tertutup material longsoran. ‘’Longsor terjadi sekitar pukul 14.00 dan 16.00,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Magetan Fery Yoga Saputra Kamis (20/2).

Rumah warga terdampak masing-masing milik Parno, dapur dan kandang rusak. Rumah Sardi, tembok jebol. Rumah Sapan berpotensi longsor. Selain itu, sebatang pohon bulu tumbang menimpa gudang pakan ternak Suyono.

Longsor juga terjadi di Desa Sombo, Poncol, Magetan, dalam waktu nyaris sama. Material longsoran menutup jalan desa. Fery menyebut bahwa kawasan itu berpotensi longsor susulan. Apalagi, kemarin (20/2) hujan masih mengguyur seluruh wilayah Magetan. Pihaknya mengimbau warga sekitar waspada. Ketika hujan turun segera menghindari aktivitas di sekitar lokasi rawan longsor. ‘’Kami akan terus lakukan pemantauan,’’ ujarnya.

Rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Malang memprakirakan curah hujan wilayah Magetan selama dasarian kedua Februari menengah hingga tinggi. Menengah di hampir seluruh wilayah Magetan yakni 76 -100 milimeter per detik. Curah hujan tinggi di kawasan Kecamatan Plaosan dan Poncol. Yakni, mencapai 151–200 milimeter per detik.

Data BPBD Magetan mencatat tujuh kecamatan rawan longsor. Yakni, Magetan, Ngariboyo, Sidorejo, Panekan, Plaosan, Poncol, dan Parang. Selama 2019, di tujuh kecamatan itu terjadi longsor. Sehingga, 2020 ini berpotensi longsor juga. Ada 48 desa/kelurahan rawan longsor dan 36 desa/kelurahan berpotensi longsor. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close