Ponorogo

Hujan Deras, Tanah Retak

Fenomena Alam di Desa Grogol

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Retakan tanah sepanjang sekitar 20 meter mengejutkan warga Desa Grogol, Sawoo, Ponorogo. Retakan muncul sekitar pukul 16.00 Kamis lalu (12/12) usai desa setempat diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo telah meninjau lokasi. Namun, belum dapat menyimpulkan kerawanan retakan di halaman rumah salah seorang warga itu. ‘’Bahaya atau tidak, tetap perlu diwaspadai,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logisitik BPBD Ponorogo Setyo Budiono Jumat (13/12).

Retakan itu muncul di halaman rumah Slamet. Usai turun hujan lebat, tiba-tiba muncul garis retakan memanjang. Lebar retakan antara lima hingga sepuluh sentimeter. Retakan tak hanya di halaman depan rumah. Melainkan sampai di tembok dapur di belakang rumah.

Hasil peninjauan sementara, BPBD menduga pemicunya intensitas hujan tinggi. Petugas di lapangan merekomendasi warga untuk menutup retakan tersebut dengan tanah. ‘’Supaya ketika hujan, air tidak masuk dan semakin memperparah rekahan tanah,’’ ujarnya.

Budi belum dapat menyimpulkan kondisi ini berbahaya atau tidak. Namun, kata dia, fenomena alam sekecil apa pun perlu dianalisis. Sebab, bisa jadi bagian rentetan sebuah bencana. Tanah retak sudah jadi bagian tak terpisahkan dari bencana hidrometeorologi. ‘’Dampak bencana hidrometeorologi musim pancaroba dan penghujan perlu diwaspadai,’’ pintanya.

Masyarakat Grogol diimbau terus memantau perkembangan retakan tanah di halaman rumah Slamet tersebut. Dengan begitu, masyarakat bisa lebih siap jika terjadi hal yang tidak diinginkan. ‘’Sangat perlu waspada dalam setiap perubahan yang terjadi di sekitar kita. Tanda-tanda alam dan dampak yang ditimbulkan itu perlu diketahui untuk mengurangi risiko bencana,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button