NgawiPeristiwa

Hujan-Angin Robohkan Dua Rumah

BPBD Ingatkan Warga Waspadai Cuaca Ekstrem

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pria itu hanya bisa memandangi bangunan rumahnya yang ambruk dengan tatapan kosong. Sutikno tidak menyangka rumah yang selama ini ditinggali kini nyaris rata tanah usai diterjang hujan deras disertai angin kencang.

Cuaca ekstrem melanda Dusun Babadan, Desa Giriharjo, Ngrambe, Selasa siang (22/9) sekitar pukul 13.00. Selain merobohkan rumah Sutikno, hujan disertai angin kencang mengakibatkan dapur milik Sumadi, warga dusun setempat lainnya, ambruk. ‘’Beberapa pohon juga tumbang,’’ kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi.

Teguh menjelaskan, peristiwa itu tidak sampai menelan korban jiwa. Namun, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 35 juta. Pun, pihaknya meminta warga yang rumahnya terdampak untuk sementara mengungsi ke tempat tinggal tetangganya. ‘’Kami juga imbau warga lebih berhati-hati, karena kemungkinan selama sepekan ke depan hujan disertai angin kencang masih akan terjadi,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, sejatinya saat ini belum memasuki musim penghujan. Laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan puncak kemarau baru berlangsung bulan depan. Pun, masa pancaroba kerap diwarnai perubahan cuaca yang ekstrem. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close