Magetan

Hotmix Ruas Jalan Ngariboyo-Parang Lanjut

Anggarkan Rp 1,8 M untuk 3 Kilometer

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Proyek peningkatan jalan ruas Ngariboyo-Parang bakal dilanjutkan tahun ini.  Dana Rp 1,8 miliar telah disiapkan di APBD 2020. Pekerjaan lanjutan tahun sebelumnya ini menyisakan sepanjang tiga kilometer yang harus di-hotmix. Karena kondisinya sudah tidak layak. ‘’Kurang sedikit saja,’’ kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan Muchtar Wahid Rabu (19/2).

Namun, Muchtar belum bisa memastikan anggaran tersebut cukup atau tidak. Jika tidak, pekerjaan akan dilanjutkan akhir tahun. Yakni, mengandalkan P-APBD 2020. Rencana B tersebut sudah masuk daftar kerjanya agar tidak menyisakan pekerjaan tahun depan. “Harapannya bisa tuntas dengan anggaran yang tersedia,’’ ujarnya.

Peningkatan jalan Ngariboyo-Parang itu untuk memberikan akses bagi warga wilayah selatan Magetan. Apalagi, ruas jalan itu semakin ramai pengguna jalan. Kondisi itu menandakan perekonomian sekitar meningkat. Seperti tumbuhnya kawasan perumahan di sepanjang jalan tersebut. ‘’Untuk memudahkan mobilitas warga. Jika lalu lintas lancar, perekonomian lancar, kesejahteraan juga meningkat,’’ paparnya.

Pihaknya juga akan melanjutkan pekerjaan yang belum tuntas pada 2019 lalu. Yakni, di perbatasan Magetan-Wonogiri. Tujuannya, membuka akses warga dari isolasi karena akses jalan yang tidak memadai. ‘’Keterbatasan anggaran 2019 lalu tidak bisa meng-cover seluruh ruas jalan,’’ jelas Muchtar.

Jalan menuju objek wisata juga dipoles. Salah satunya ke objek Taman Genilangit, Poncol. Itu sesuai visi dan misi bupati untuk mengembangkan sektor pariwisata. Sebab, bisa memengaruhi sektor lainnya. Untuk memudahkan akses pengunjung ke lokasi wisata harus ditunjang kondisi jalan yang layak. ‘’Ini untuk mengeksekusi keinginan bupati,’’ terangnya. (bel/c1/sat)

Butuh Sosialisasi Fungsi Pelican Cross

TIDAK hanya kondisi jalan yang memberi kenyamanan kepada penggunanya. Kelengkapan sarana seperti rambu-rambu lalu lintas juga penting. Salah satunya, pelican cross. ‘’Sudah ada di depan Mapolres Magetan,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Mageta Joko Trihono Rabu (19/2).

Rencananya, bakal ada penambahan pelican cross di beberapa titik. Yakni, kawasan Desa Baluk, Karangrejo, dan Plaosan. Pun di Jalan Monginsidi, Candirejo, Magetan. Dia menilai kawasan tersebut arus lalu lintasnya cukup padat. ‘’Harus dipasang di kawasan yang lalu lintasnya memang benar-benar padat,’’ ujarnya.

Menurut dia, tiga titik tersebut merupakan jalan provinsi dan jalan nasional. Sebagai pemangku wilayah, pihaknya berhak mengajukan pengadaan pelican cross sebagai alat bantu penyeberang jalan. ‘’Akan kami ajukan tahun ini,’’ tuturnya.

Joko menyebut, fungsi pelican cross butuh banyak pengenalan kepada masyarakat. Sebab, keberadaannya di beberapa tempat kurang dipatuhi para pengguna jalan. Mereka kerap nyelonong meski lampu menyala dan suara mirip burung pelikan berbunyi, tanda ada pejalan kaki sedang menyeberang. ‘’Masyarakat belum paham,’’ ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut dia, perlu sosialisasi. Utamanya dari pihak kepolisian. Sebab, sudah jadi ranah kepolisian untuk menindak pengguna jalan yang tidak menaatinya. Sehingga, bakal terus dikoordinasikan. ‘’Kami hanya menyediakan fasilitasnya, pihak kepolisian yang berwenang menindak,’’ jelasnya.

Contohnya, pelican cross di depan RSUD dr Sayidiman yang kerap diabaikan pengguna jalan. Sementara pelican cross di depan Pasar Baru jarang difungsikan. Lantaran pejalan kaki belum tahu banyak fungsinya. Selain itu, kawasan tersebut sudah ditutup untuk kantong parkir. ‘’Yang masih kerap berfungsi hanya depan Mapolres Magetan,’’ sebutnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close