Magetan

Honor Dibayar Separo, Karyawan PT BIK Protes

Pemkab Talangi Sementara Gaji Pekerja

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Konflik antara pekerja dan perusahaan seakan tidak ada habisnya. Terbaru terjadi di PT Bintang Inti Karya (BIK). Selasa malam (24/3) para karyawan-pekerja perusahaan itu menggelar aksi unjuk rasa. Aksi tersebut merupakan buntut pembayaran separo gaji yang dilakukan perusahaan.

Aksi demo berlangsung di depan perusahaan yang berada di Jalan Raya Barat-Maospati. Kasus tersebut akhirnya mendapat atensi dari bupati beserta jajaran forkopimda. Mereka memutuskan segera memanggil direksi perusahaan yang bergerak di bidang tekstil tersebut. ‘’(Untuk sementara) kami akan jamin dulu gaji karyawan yang belum dibayarkan,’’ kata Bupati Magetan Suprawoto di lokasi demo.

Jaminan sengaja diberikan karena kondisi keuangan perusahaan sedang drop. Mereka baru bisa memenuhi seluruh honor para karyawan bulan depan. Sebagai gantinya, pemkab bernegosiasi soal penghitungan besaran nilai yang harus diganti oleh perusahaan tersebut setelah mendapatkan jaminan. ‘’Mereka sudah bekerja, wajar kalau mereka menuntut hak,’’ ujar Kang Woto, sapaan bupati.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kondisi keuangan perusahaan drop karena impor bahan dari Tiongkok berhenti lantaran terdampak Covid-19. Kondisi itu kemudian berimbas pada ekspor barang produksi.

Sebelumnya, karyawan perusahaan itu menuntut honor mereka dilunasi penuh pada 11 April. Namun, sampai dengan Selasa malam masih deadlock. Hingga akhirnya pemkab memberikan jaminan pinjaman. ‘’Kan hanya sekitar satu bulan maksimal sudah diganti perusahaan,’’ tutur mantan sekjen Kemenkominfo itu.

Warsini, salah seorang karyawan PT BIK, mengatakan bahwa rata-rata honor bersih yang diterima oleh para pekerja sebesar Rp 1,8 juta. Honor itu seharusnya dibayar pertengahan Maret. Tapi, molor. Baru pada Selasa lalu (24/3) pihak perusahaan membayar gaji karyawan. Namun, nilainya hanya separo dari yang mereka terima biasanya. ‘’Kami tidak terima dan langsung melakukan demonstrasi malam itu juga,’’ ujarnya.

Menurutnya, seluruh karyawan patut menerima hak dengan layak. Karena telah bekerja sesuai dengan target. ‘’Kami beruntung ada pemkab yang mau menalangi dulu,’’ ucap Warsini.

Direktur PT BIK Hidayat Qomsariyanto enggan memberikan komentar apa pun terkait tuntutan karyawannya. Bahkan, saat dihubungi via telepon yang bersangkutan tak merespons. (fat/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close