features

Hobi Suwardi Dorong Kemandirian Ketahanan Pangan

Persilakan Tetangga Petik Sayuran Sepuasnya

Andai semua orang seperti Suwardi, tentu tak ada yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan di masa pandemi. Sudah lama warga Jalan Cendrawasih, Nambangan Lor, Manguharjo, itu mengedukasi lingkungan sekitarnya tentang bercocok tanam di dalam rumah. Dia mempersilakan siapa saja memetik hasilnya secara cuma-cuma. Juga, tak pelit ilmu seputar teknik berkebun di dalam rumah.

SRI MULYANI, Jawa Pos Radar Madiun

LAZIMNYA orang ke atap rumah untuk membetulkan genting atau memasang antena parabola. Namun, tidak dengan Suwardi. Loteng seluas 8×6 meter itu justru disulapnya menjadi kebun mini yang asri. Tanamannya beragam. Mulai jagung, tomat, terong, kol, kacang panjang, seledri, cabai, pare belut, labu, blustru, sawi, bayam, kangkung, hingga jeruk lemon. Ragam sayuran itu ditanam di polybag sehingga tak terlalu makan tempat. ‘’Loteng ini sebenarnya mau dibangun sebuah ruangan. Tapi, dananya masih dipakai sekolah anak,’’ kata suami Ely Inayah itu.

Suwardi yang sejak kecil hobi bercocok tanam tak pernah dilanda kejenuhan. Setiap hari dia rajin menyirami dan membersihkan setiap tanaman. ‘’Dulu setiap berangkat sekolah ketemu benih tanaman di jalan desa, langsung dicabut untuk ditanam di rumah,’’ kenangnya.

Aktivitas harian Suwardi itu jelas memperkuat lumbung pangan keluarga. Setidaknya, keluarganya tak perlu berbelanja ke pasar untuk mencukupi kebutuhan dapur setiap hari. ‘’Saya kalau makan tidak ada sayurannya rasanya ada yang kurang,’’ ungkap pria kelahiran 1964 itu.
Suwardi mempersilakan siapa saja yang ingin memetik sayur di kebun mininya. Tetangga sudah terbiasa masuk dan naik ke lantai dua rumahnya untuk memetik sayuran yang dikehendaki. ‘’Kalau dimakan sendiri tidak habis. Istri juga sering bawa ke tempat kerjanya,’’ tutur bapak tiga anak itu.

Bagi Suwardi, merawat tanaman dapat menyegarkan pikiran. Dia tak pernah absen mengerjakannya setiap pagi atau sepulang kerja sore harinya. Suwardi juga rajin menangkarkan benih dan mengelola pupuk organik. ‘’Menanam pakai polybag itu praktis. Tidak perlu mencangkul,’’ ungkapnya. * (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button