PacitanPeristiwa

Hoax Gempa 9,3 SR Tersebar via Media Sosial

PACITAN –  Warga Pacitan dilanda kecemasan. Itu terjadi setelah beredar kabar akan terjadi gempa bumi dahsyat. Informasi itu dengan cepat menyebar via media sosial (medsos). Disebutkan, potensi gempa tersebut berkekuatan hingga 9,3 skala Richter (SR).

Kabar yang tersebar lewat WhatsApp itu juga menyebutkan warga Kecamatan Arjosari dan Nawangan diminta waspada lantaran pusat gempa berada di aliran Sungai Grindulu. ‘’Ya takut juga. Apalagi, beberapa daerah baru saja diguncang gempa dan tsunami,’’ kata Nurul Aini, salah seorang warga, Rabu (3/10).

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Pujono mengaku sudah mengetahui kabar itu. Namun, dia memastikan informasi tersebut hoax. ‘’Banyak warga yang menanyakan ke kami. Saya tegaskan kabar itu tidak benar,’’ ujarnya.

Diakuinya, Pacitan merupakan daerah yang memiliki potensi gempa. Namun, lanjut Pujono, terjadinya fenomena alam tersebut tidak bisa diprediksi.  ‘’Belum ada alat yang bisa mendeteksi kapan dan di mana akan terjadi gempa. Di Jepang sekalipun,’’ tegasnya.

Pujono menyayangkan beredarnya kabar hoax akan terjadinya gempa berkekuatan 9,3 SR itu. Pun polisi bisa melakukan penyelidikan untuk mencari oknum penyebarnya. ‘’Apalagi setelah kejadian di Palu, Pak Presiden meminta kepolisian juga menangkap penyebar hoax,’’ tuturnya sembari menyebut pelaku penyebar berita hoax bisa dijerat pasal UU ITE.

Sementara itu, Kapolres Pacitan AKBP Setyo Koes Heriyatno mengaku baru mendengar adanya isu bakal terjadinya gempa 9,3 SR di Pacitan kemarin. Pun dia memastikan kabar tersebut hoax. ‘’Setahu saya, gempa bumi yang paling dahsyat itu skalanya 8 SR. Kalau sampai 9,3 berarti pantas dipertanyakan kebenarannya,’’ beber Setyo.

Dia meminta warga tidak termakan kabar hoax yang beredar melalui medsos. Sebaliknya, melakukan konfirmasi kepada pihak yang kompeten di bidangnya. ‘’Kalau belum melakukan kroscek ke instansi resmi jangan ikut menyebarkan,’’ tegasnya. (odi/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close