Magetan

Hoaks Pasien Suspect Covid-19 Asal Magetan Meninggal

Kabar Menyebar Luas di Medsos dan Pesan WA

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Kabar palsu yang ditujukan untuk mengaduk-aduk emosi warga terkait persebaran Covid-19 terus berseliweran di media sosial (medsos) dan pesan WhatsApp (WA). Terbaru soal kabar pasien suspect korona asal Magetan yang dirawat di RSUD dr Soedono, Madiun.

Perempuan 55 tahun itu dikabarkan telah meninggal dunia oleh seseorang. Pesan itu ditulisnya dalam grup WA. Agar semua percaya, dia juga mencantumkan foto. Gambarnya petugas kesehatan melakukan penyemprotan disinfektan di rumah korban lengkap menggunakan pakaian alat pelindung diri (ADP). Dalam foto tersebut juga terdapat beberapa orang yang datang melayat menggunakan masker.

Seharian Minggu (15/3) informasi itu terus bertebaran di medsos dan pesan WA. Tentu informasi tersebut sangat meresahkan. Terutama bagi keluarga pasien. Namun, fakta yang terjadi justru sebaliknya. Perempuan 55 tahun itu sekarang dalam kondisi baik. Tidak seperti kabar yang beredar.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Magetan Didik Setyo Margono menegaskan bahwa pesan yang beredar itu adalah hoaks. Dia bisa memastikan saat ini pasien sedang menjalani perawatan di RSUD dr Soedono sambil menunggu hasil pemeriksaan spesimen dari laboratorium Balitbangkes Kemenkes. ‘’Hasil koordinasi dengan pihak RSUD dr Soedono, Madiun, informasi itu tidak benar. Saat ini yang bersangkutan baik-baik saja,’’ klaimnya.

Bupati Suprawoto sempat mengaku kesal dengan tersiarnya kabar hoaks tersebut. Dia meminta masyarakat untuk bijak mencermati informasi yang beredar di medsos dan pesan WA. Apalagi, kabar tersebut tidak diketahui jelas sumber informasinya. ‘’Sebelum membaca tulisan yang merebak di medsos, kenali dulu siapa penulisnya,’’ tuturnya.

Menurutnya, penulis harus mempertanggungjawabkan informasi yang disebarkannya. Tidak bisa asal. Dia menyarankan agar masyarakat intens mengikuti perkembangan informasi yang disampaikan langsung oleh pemkab. ‘’Dengan begitu, tidak timbul informasi salah,’’ kata mantan Sekjen Kementerian Kominfo tersebut.

Paling penting, kata Suprawoto, saat ini masyarakat tidak perlu panik. Penyebaran virus Covid-19 dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS). ‘’Jangan merasa seperti dihantui karena ini. Hadapi saja, tidak perlu takut,’’ tandasnya. (bel/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close