Pacitan

Hitung Ulang PBB di PLTU Pacitan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Dua tahun desakan dewan agar pajak bumi bangunan (PBB) di PLTU Pacitan dihitung ulang (re-appraisal) akhirnya digubris pemkab. Rencana perubahan tarif pajak itu untuk memaksimalkan pendapatan daerah.

Anggota Komisi III DPRD Pacitan Handaya Aji mengatakan, rencana re-appraisal muncul setelah pihaknya mendapati besaran pajak PLTU di Jepara. Di sana, PBB penghasil pasokan listrik itu dibanderol lebih dari Rp 15 miliar. Jauh lebih besar ketimbang kontribusi pendapatan yang didapat Pacitan hanya Rp 750 juta. ‘’Ini bisa menjadi potensi yang luar biasa. Tapi, usulan kami selama ini selalu gagal,’’ ungkapnya, Selasa (12/10).

Selama ini, lanjut Yoyok, sapaan Handaya Aji, usulan tak dikabulkan lantaran pemkab berdalih tak punya anggaran untuk appraisal. Mengundang Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menilai harga tanah di sana. Pemda hanya butuh modal Rp 100 juta untuk mengundang KJPP. Anggaran itu jauh bila dibandingkan potensi pendapatan tahunan yang mencapai belasan miliar. ‘’Kami nilai tidak ada keseriusan. Bisa jadi ada mafia pajak di dalamnya,’’ duga politisi PKS itu. (gen/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button