Madiun

Hina Maidi, Akun FB Dilaporkan Polisi

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Bijaklah bermedia sosial jika tak ingin berurusan dengan hukum. Rabu (4/3) puluhan warga melaporkan pemilik akun Facebook (FB) bernama Rio Setiyono.

Selasa lalu (3/3) terlapor memberikan komentar tak pantas saat menanggapi berita berjudul Soal Tukar Guling Aset, Pemkot Madiun Ogah Turut KAI yang diberitakan realita.co. Dalam komentarnya, pemilik akun tersebut menyebut nama Wali Kota Madiun Maidi dan Presiden RI Joko Widodo.

Entah apa yang melatarbelakangi si pemilik akun meninggalkan jejak komentar bernada penghinaan tersebut. Komentar itulah yang memicu puluhan warga melaporkan pemilik akun ke mapolres setempat. ‘’Kepala daerah kita dijelek-jelekkan, ya kita laporkan ke kepolisian. Biar aparat penegak hukum yang menindaknya,’’ kata Didik, perwakilan warga.

Didik bersama warga mendatangi Unit III Pidkor Satreskrim Polres Madiun Kota. Warga berharap perkara tersebut segera ditangani. Dia menilai komentar oknum tersebut cukup meresahkan masyarakat. Diharapkan terlapor mendapatkan ganjaran setimpal sesuai undang-undang yang berlaku. ‘’Tidak hanya menyangkut wali kota, tapi juga presiden,’’ ujarnya.

Kepala Unit III Pidkor Satreskrim Polres Madiun Kota Iptu Pitoyo menjelaskan, perkara tersebut masuk kategori delik aduan. Artinya, sesuai pasal 310 KUHP, yang melaporkan perkara adalah mereka yang merasa dirugikan. Karenanya dia menyarankan warga membuat kronologis kejadian untuk selanjutnya dikirim ke mapolres sebagai bahan telaah guna proses lebih lanjut. ‘’Nanti kita telaah dulu karena ini ada medianya. Apakah (pelanggarannya) ke UU ITE atau ujaran kebencian. Kalau masuk ke UU ITE, ancaman hukumannya di atas lima tahun,’’ kata Pitoyo.

Di hari sama, polisi juga melakukan klarifikasi kasus pencatutan logo JTV Madiun. Kemarin Pemimpin Redaksi (Pemred) JTV Madiun Wahono Karyadi diundang sebagai pelapor. ‘’Pihak-pihak yang perlu dimintai keterangan kami undang ke sini,’’ ujarnya.

Selama lima jam, Wahono selaku pelapor diperiksa seputar kronologi serta kerugiaan material dan inmaterial yang ditimbulkan atas perbuatan terlapor. Perihal kerugian material, Wahono menyebut terlapor telah menggunakan program Apik yang diketahui sebagai program advetorial, asumsi durasi pendek program tersebut sekitar Rp 5 juta. Sementara kerugian inmaterial dirasakan seluruh karyawan JTV Madiun lantaran terlapor menyeret nama perusahaan. ‘’Harapannya kejadian ini tidak terulang kembali. Bahwa yang namanya logo ataupun produksi itu memiliki hak paten. Kalau disalahgunakan dapat berujung di ranah hukum. Kami harap proses hukum tetap berlanjut,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button