AdvertorialMadiun

Hilangkan Trauma, Ada Khitan tanpa Jarum Suntik

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sunat Modern Tanpa Jarum Suntik Indonesia Cabang Madiun menggelar Gathering & Simposium Circumcision Overview in Practice & Update Skill of Circumcision (Corpus) di Ballroom The Sun Hotel Madiun kemarin (8/11). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dokter spesialis urologi dr Riza Marzidu S, Sp.U, dokter spesialis anak dr Adie Rakhmadi, Sp. BA, dokter spesialis anestesi dr Rohmad Haryono, Sp. An dan pakar digital marketing. ‘’Peserta gathering meliputi dokter, perawat dan bidan dari seluruh Indonesia. Yakni dari Papua, Sulawesi Tenggara, Palembang, Bengkulu, Gorontalo, dan masih banyak lagi,’’ kata Founder Sunat Modern Tanpa Jarum Suntik dan Super Ring Indonesia Andri Suwarno.

Agenda ini merupakan event tahunan yang keempat sejak 2016. Sebelumnya kegiatan serupa juga digelar di beberapa kota di Indonesia. Yakni, Magelang, Makassar, dan Kendari. ‘’Seiring berkembangnya inovasi medis, kini ada teknologi revolusi sunat tanpa jarum suntik yang membuat anak tidak trauma,’’ terang Andri.

Di Indonesia, sesuai dengan budaya dan tradisi, sunat biasa dilakukan pada anak laki-laki dengan rentang usia tertentu. Meski sudah memasuki usia sekolah, namun tak semua anak laki-laki berani karena takut sakit. Sunat Modern Tanpa Jarum Suntik Indonesia Cabang Madiun menawarkan metode nano spray anestesi madajet dari Amerika untuk tindakan sunat pada anak-anak. Proses bius lokal cukup disemprotkan sehingga anak merasa nyaman dan tidak takut jarum suntik. Biasanya di rumah sakit atau klinik khitan masih menggunakan suntik atau bius total dengan memakan waktu selama tiga jam. ‘’Pakai teknik ini butuh waktu tiga menit saja. Caranya hanya disemprot,’’ jelasnya.

Sunat Modern Tanpa Jarum Suntik Indonesia Cabang Madiun ingin menciptakan layanan ramah anak. Pihaknya juga memberikan fasilitas khitan gratis bagi anak yatim dan keluarga tidak mampu. ‘’Silakan menghubungi, kami akan memberikan pelayanan dan obat  gratis,’’ ucapnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Madiun yang diwakili oleh asistennya Suyadi. Dia sangat mengapresiasi program ini. Pun memberi dukungan penuh dilaksanakannya kegiatan sosial dan pengabdian tersebut. Hari mengimbau agar pembukaan klinik sunat tidak hanya di rumah sakit. Namun juga di tempat bermain atau taman. ‘’Hal itu bertujuan memberikan rasa senang kepada anak,’’ pungkasnya. (fit/c1/aan/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button