Ponorogo

Hilang Kumandang Pasar Lanang

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Hidup segan mati tak mau. Aktivitas jual beli di Pasar Lanang –sebutan Pasar Legi Selatan– begitu senyap. Sejumlah pedagang masih setia membuka kios meski pengunjung semakin berkurang. Terlihat hanya satu atau dua pengunjung melintas hingga pasar hilang kumandang (gaung). ‘’Sudah tiga tahun ini pasar sepi pengunjung,’’ kata Rianto, ketua Paguyuban Pedagang Pasar Legi Selatan, Kamis (18/3).

Rianto menuding pasarnya sepi lantaran model konstruksi bangunan yang keliru. Pengunjung harus meniti anak tangga ke bawah. Lantai pasar yang jauh lebih rendah dari permukaan jalan raya menyebabkan gelaran barang dagangan tidak gampang terlihat. ‘’Bangunan sudah mulai rusak. Kalau hujan banjir, bagian atap bolong-bolong,’’ ungkapnya.

Menurut dia, fasilitas untuk pedagang dan pengunjung pasar juga kurang memadai. Alasan satu-satunya pedagang membuka kios dan toko hanyalah demi bertahan hidup. Paguyuban sejatinya sudah mengusulkan ke dinas perdagangan, koperasi, dan usaha mikro (disperdakum) agar merenovasi Pasar Lanang. ‘’Renovasi sudah tidak memungkinkan lagi sekarang,’’ ujarnya.

Seluruh pedagang Pasar Lanang bakal boyong ke Pasar Legi. Total tercatat 502 pengguna kios yang terdaftar. Tempat baru juga sudah terkavling. Rianto dan anggota paguyuban pedagang tinggal menunggu hari baik pindah ke lokasi pasar baru di seberang utara jalan itu. ‘’Tanggalnya mundur terus, katanya menunggu setelah Lebaran,’’ ucapnya. (mg7/c1/hw)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button