Magetan

Higienitas Daging Sapi Diragukan, Penjagal Magetan Enggan Menyembelih di RPH

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH) Carat seakan sia-sia. Sebab, belasan pedagang daging sapi di Magetan enggan memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemkab tersebut. ‘’Kami akan terus mengingatkan mereka agar menyembelih sapi di RPH,’’ kata Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Magetan Kustini Rabu (19/2).

Menurut dia, mereka tak menyembelih di RPH karena ogah terikat standard operating procedure (SOP). Mereka enggan menaati aturan dalam penyembelihan hewan. Ketika dilakukan di rumah, mereka bisa seenaknya. Tanpa mengenakan perlengkapan seperti yang ditentukan. Sehingga, higienitas hewan ternak diragukan. ‘’Bangun tidur masih pakai sarung langsung menyembelih sapi. Kalau di RPH mana bisa?” ujarnya.

Pun, jam penyembelihan yang harus dipatuhi saat menyembelih hewan. Sejatinya, lanjut Kustini, itu bukan masalah besar. Sebab, RPH bisa digunakan untuk menyembelih 20 ekor sapi sekaligus. Sehingga, sangat memungkinkan 16 pemilik usaha daging sapi memotong hewan bersama-sama. ‘’Kalau dipotong pukul 02.00, sebelum jam buka pasar sudah selesai,’’ tuturnya.

Namun, bukan berarti tak ada aktivitas di RPH. Setiap pemilik usaha diwajibkan satu atau dua kali menyembelih di RPH sebulan. Sudah ada jadwalnya. Kustini berharap itu bisa memancing para pemilik usaha memotong sapi di RPH setiap hari. ‘’Karena satu-satunya ketersediaan pangan yang ASUH (aman, sehat, utuh, dan halal, Red) hanya dari RPH,’’ terangnya.

Kustini menambahkan, retribusi bukan alasan para jagal tak memanfaatkan RPH. Sebab, satu ekor hewan retribusinya hanya Rp 19.500. Sangat kecil jika dibandingkan dengan fasilitas RPH yang bisa dimanfaatkan. ‘’Tujuan kami bukan semata-mata PAD, tapi ketersediaan pangan yang ASUH,’’ jelasnya.

Disnakan hanya ditarget PAD Rp 32 juta setahun. Tahun lalu, target itu terpenuhi 100 persen. Bahkan, bisa melebihi target jika semua jagal menggunakan RPH setiap hari. Tahun ini, Kustini juga menargetkan PAD tercapai seperti tahun lalu. ‘’Kalau melihat potensi, jika semua pejagal setiap hari memotong hewannya di RPH bisa Rp 65 juta per tahun,’’ ungkapnya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close