Pacitan

Heri Ahmadi Memelihara 250 Ekor Merpati Hias

Heri Ahmadi punya hobi unik. Pria 40 tahun ini menangkar ratusan ekor merpati hias untuk menghilangkan penat. Mayoritas berasal dari belahan Eropa.

————–

SUGENG DWI, Pacitan

PULUHAN burung merpati hinggap di sejumlah kandang kayu. Binatang bersayap itu terbang dan hinggap dari satu kandang ke lainnya kala sosok Heri Ahmadi datang. Pria yang mengenakan tas selempang kecil itu lantas mencengkeram satu di antaranya. ‘’Jumlah burung merpati hias yang saya pelihara lebih dari 250 ekor,’’ kata Heri.

Ratusan burung merpati milik warga Lingkungan Gantung, Kelurahan/Kecamatan Pacitan ini ada berbagai macam jenis. Tidak hanya lokal, tapi juga dari belahan Eropa. Seperti jenis archangel, lahore, moorhead, indian fantail, hingga swallow yang tergolong langka. ‘’Saya mulai memelihara sejak 2005 untuk menghilangkan penat,’’ ungkap pria 40 tahun ini.

Empat belas tahun silam, Heri memilihara sepasang merpati river. Setelahnya, koleksinya bertambah hingga memenuhi kandang buatan sendiri. Karena sudah berjubel, beberapa harus dijual. Tidak sekadar menangkar sebagai koleksi pribadi, hewan yang konon terkenal setia itu dikomersialisasikan. Sepasang indukan jenis swallow dihargai belasan juta. Banderol itu juga berlaku untuk yang warna bulunya tak lazim seperti perak atau abu-abu. ‘’Paling murah merpati hias seperti ekor kipas Rp 150 ribu sepasang,’’ ujarnya sembari menyebut mayoritas pembeli kolektor dari luar Jawa.

Sejak kecil Heri suka merpati. Burung itu dinilai punya keunikan dibandingkan lainnya. Jenis Jakobin, misalnya, yang bentuknya menyerupai singa, elang, dan pinguin. Bahkan ukurannya bisa sebesar ayam. ‘’Ada yang kakinya berbulu lebat, bentuknya ramping, dan merpati pos yang bisa pulang walau terbangnya jauh,’’ ujar bapak tiga anak tersebut.

Merpati juga cukup mudah dipelihara. Cukup memberi pakan dan minum serta vaksin. Keunikan lainnya, kandang perlu dilengkapi wadah berendam. ‘’Sudah menjadi kebiasaan merpati mandi dan menjaga kebersihan,’’ ungkapnya. ***(cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close