Madiun

Hendak Ngopi, Pemuda Kincang Wetan Tewas Tenggelam

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ditengarai lantaran dilanda kejenuhan di rumah, Mahi Rivaldi, warga Desa Kincang Wetan, Jiwan, Kabupaten Madiun, berniat ngopi di kawasan Bantaran Kali Madiun. Namun, sampai di lokasi, pemuda 25 tahun itu mendapati warung yang hendak dituju ternyata tutup.

Tidak mau kedatangannya jauh-jauh dari Jiwan sia-sia, pemuda tersebut lantas berinisiatif mandi di Sungai Madiun tak jauh dari lokasi warung. Nahas, diduga tidak bisa berenang, Mahi akhirnya tewas tenggelam meski sempat mendapat pertolongan penambang pasir di sekitar lokasi.

Yusfa Almahdi, kerabat korban, buru-buru ke tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapat kabar dari Arya Putra Daniata. Ya, Mahi pergi ke lokasi bersama Arya naik sepeda pancal. ‘’Saya dikabari temannya (Arya, Red),’’ kata Yusfa.

Yusfa mengungkapkan, sebelum menuju sungai korban sempat mengajak Arya mandi. Namun, Arya menolak lantaran tidak dapat berenang. Beberapa saat berselang, Arya melihat temannya itu berteriak minta tolong. Arya lantas menyodorkan kayu ke Mahi. Namun, korban keburu tenggelam.

Arya lantas minta tolong ke warga setempat. Penambang pasir di sekitar TKP yang mengetahui hal itu bergegas menolong. Korban berhasil dibawa ke tepi, namun ternyata sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Pun, mulutnya mengeluarkan busa. Jasad korban kemudian dievakuasi tim gabungan ke RSUD Kota Madiun untuk divisum. Piket identifikasi Polres Madiun Kota Bripka Nur Eka dalam keterangan tertulis menyatakan bahwa korban sudah meninggal. ‘’Berdasarkan pemeriksaan Urkes dan olah TKP, tidak ditemukan tanda kekerasan,’’ kata Eka. (kid/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button