PacitanPeristiwa

Hendak Angkat Jaring, Nelayan Tewas Digulung Ombak

Satu Tewas, Dua Selamat

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Keganasan laut Pacitan memakan korban. Zaeni tewas digulung ombak Pantai Krakal, Pringkuku, Rabu (4/12). Jasad pria 42 tahun itu muncul ke permukaan setelah sekitar satu jam tenggelam. Bersama dua temannya, warga lingkungan Tamperan, Sidoharjo, itu sedianya hendak mengangkat jaring lobster. ‘’Dua nelayan lainnya selamat,’’ kata Arif Setiyadi, anggota tim reaksi cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan.

Zaeni bersama Slamet, 50, dan Sutris, 46, berangkat dari Pelabuhan Tamperan sekitar pukul 04.30. Ketiganya melaut dengan kapal jukung. Belum sampai mengangkat jaring setibanya di lokasi, ombak besar menghantam kapal. ‘’Semuanya jatuh ke laut,’’ ujarnya.

Arif mengungkapkan, tiga nelayan itu terombang-ambing di laut. Sedangkan kapal masih utuh meski posisinya terpisah jauh. Zaeni berusaha menjangkaunya di saat dua lainnya memilih bertahan. Nahas, dalam perjalanan itu, Zaeni kembali diterjang ombak. Sedangkan Slamet dan Sutris berhasil diselamatkan nelayan lain yang kebetulan melintas. ‘’Korban ditemukan satu jam kemudian, tapi sudah meninggal,’’ terangnya.

Anggota Polairud Pos Kamladu Tamperan Brigpol Handoko menyebut, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh Zaeni. Itu berdasarkan hasil visum petugas medis. Luka pada bagian kepala diduga akibat benturan batu karang. ‘’Jenazah diserahkan ke keluarga untuk dimakamkam,’’ katanya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button