MadiunPeristiwa

Heboh! Penemuan Mayat Membusuk Tinggal Kerangka

Tertutup Bantal dan Jarit di Kamar

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Dusun Sidorejo, Desa Sidomulyo, Sawahan, Kabupaten Madiun, gempar Senin (30/12). Itu terjadi setelah Mainem, warga setempat, ditemukan tewas dengan kondisi membusuk dan tinggal kerangka.

Bermula saat warga mencurigai bau busuk yang semakin menyengat beberapa hari terakhir. Awalnya mereka mengira bau itu berasal dari bangkai tikus. Warga akhirnya berinisiatif mencari sumber bau. ‘’Beberapa hari Mbah Mainem tidak terdengar kabarnya. Memang orangnya sakit,’’ kata Mirin, 68, salah seorang warga.

Setelah memastikan sumber bau berasal dari rumah Mainem, sekitar pukul 09.30 warga berniat masuk. Namun, mereka dihadang Lugiyanto, 57, anak keempat Mainem. Warga akhirnya melapor ke polsek setempat.

Kedatangan polisi tidak membuat Lugiyanto melunak. Bahkan, beberapa petugas sempat menjadi sasaran bogem pria itu. Pun, saat Babinsa Desa Sidomulyo Koramil Sawahan Serka Purwanto hendak mengamankan, Lugiyanto menantangnya duel. ‘’Saya ikuti ke timur, sementara petugas lain masuk ke rumahnya,’’ kata Purwanto.

Tidak lama berselang, Purwanto dibantu aparat kepolisian segera membekuk Lugiyanto. Pun, memborgolnya agar tidak berontak. ‘’Sudah tiga kali ini mengamuk. Pertama waktu suntik dulu, setelah itu saat berobat,’’ jelasnya.

Petugas pun lantas masuk rumah Mainem. Belakangan diketahui sumber bau menusuk hidung itu berada di kamar. Sekilas petugas hanya menemukan tumpukan bantal dan kain jarit di lantai dekat tempat tidur. ‘’Kami cari tidak ada orang di dalam, tapi ada bau sangat menyengat dari kamar,’’ imbuh Kanit Reskrim Polsek Sawahan Iptu Dwiyono.

Petugas tercengang setelah membuka tumpukan bantal dan jarit tersebut. Tampak jasad Mainem yang menyisakan kerangka. Petugas pun segera mengevakuasinya. ‘’Berdasarkan hasil identifikasi tidak ada tanda-tanda penganiayaan ataupun luka,’’ terangnya.

Dwiyono menjelaskan, Mainem yang telah lanjut usia itu meninggal murni karena sakit. Setelah pemeriksaan, jasad dikirim kembali ke rumah duka dan langsung dimakamkan. ‘’Almarhumah sudah sakit cukup lama,’’ ungkapnya.

Sementara, Lugiyanto dibawa ke RSUD dr Soeroto, Ngawi, untuk menjalani perawatan dan pengobatan. Diketahui pria itu sudah cukup lama mengidap sakit jiwa dan beberapa kali mengamuk hingga meresahkan warga sekitar. (kid/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close